Peradaban Bangsa Yunani Kuno

Posted on
Peradaban Bangsa Yunani Kuno
5 (100%) 5 votes

Yunani kuno merupakan periode dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani purba pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga penaklukan Romawi atas Korintia pada tahun 146 SM. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani klasik, yang dimulai bersemi pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik tersebut, Yunani dipimpin oleh negara kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam perang Peloponesia pada tahun 404 SM.

Peradaban Bangsa Yunani Kuno

Yunani ialah tanah yang kering dengan banyak benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan sangat jarang turun di Yunani. Namun karena terletak di daerah laut tengah, maka iklim mediterania yang sejuk sangat mendominasi wilayah Yunani. Masyarakat Yunani bisa menanam tanaman khas laut tengah seperti zaitun dan anggur.

Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani adalah pengaruh kuat bagi kekaisaran Romawi yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain di Eropa. Istilah “Yunani Kuno” diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, akan tetapi juga termasuk wilayah lain yang di diami orang-orang Yunani: Siprus dan Kepulauan Aegea, pantai Aegea dari Anatolia, Sisilia dan bagian selatan Italia serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Colchis, IIIyria, Thrace, Mesir, Cyrenaica Selatan Gaul, timur dan Timur laut Semenanjung Iberia, Iberia dan Taurica.

Setelah kejatuhan bangsa mycenae, bangsa Yunani menjadi persekutuan sejumlah negara kota (polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM. Kemudian negara-negara tersebut melakukan ekspansi (kolonial). Ekspensi polis-pois Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, Sedangkan ke arah timur sampai ke Asia keci (troya).

Berita Terkait  Konferensi Asia-Afrika dan Peran Indonesia Terlengkap

Bangsa Yunani berasal dari bangsa Indo-Jerman. Nenek moyang bangsa Yunani yaitu bangsa Ionia, Helen, Akea dan Yonia. Bangsa Yunani terdiri atas beberapa suku, yaitu suku Epirot, Ionia, Gorila dan Spharta. Masyarakat Yunani umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang dan petani. Negara kota terbesar dan berkuasa adalah negeri pejuang Spharta, sementara Athena menjadi pusat perniagaan dan budaya.

                                                      Luas Wilayah Yunani Setelah Ekspansi Berbagai Wilayah

Athena

Masyarakat Athena pada sekitar 600 SM dikendalikan oleh para tuan tanah kaya (tiran). Pada sekitar 590 SM seorang pemimpin kota Solom (638 SM-559 SM) memperkenalkan program reformasi radikal. Para tiran diusir dan masyarakat merebut kekuasaan, inilah awal demokrasi. Dengan sistem ini, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para pemimpin (Archon) diawasi oleh AEropagus (mahkama agung) para anggotanya berasal dari mantan anggota Rrchon.

Athena banyak menghasilkan filosofi yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para filosofi itu antara lain sebagai berikut:

Thales

Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales dan menghitung bahwa bumi ini berasal dari air.

Anaximander

Di berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.

Berita Terkait  Sejarah Perkembangan Agama Hindu Budha di Indonesia

Anaximenes

Dia berpendapat bahwa bahan pembentuk alam adalah udara.

Phytagoras

Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Phytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tantang bilangan, kita akan memahami tantang kenyataan. Phytagoras melahirkan dlil untuk segitiga siku-siku, “dalil phytagoras”.

Heraclitus

Dia merupakan seorang filosofi mengembangan pemikiran tentang logika.
Parmenides
Filosofi ini mengumukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Hipokrates

Dia merupakan seorang filosofi yang ahli dalam bidang kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul aphorismen dan prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang,

Socrates

Filosofi ini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebeneran,

Plato

Filosofi ini berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat.Plato juga berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pengetahuan.

Aristoteles

Filosofi ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika. Menurut Aristoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus diakui. Kebahagiaan menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan kita. Dibidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme.

Sparta

Pemerintahan Sparta didasari oleh pemerintahan yang bergaya militerisik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tuan yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat.

Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental dijadikan tentara.

Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila Yunani selalu terjadi peperangan diantara sesama polis-polis tersebut.

Berita Terkait  Sejarah Lengkap Kerajaan Majapahit

Tetapi, ketika datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Sparta dan Athena bersatu untuk menghadapi Persia.

Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali, diawali dengan perang Yunani Persia I (492 SM), perang Yunani Persia II (490 SM) dan terakhir perang Yunani Persia III yang mengakibatkan Raja Sparta terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Setelah peperangan antara Yunani dan Persia reda, maka muncullah politik koalisi militer yaitu persatuan Peloponesos (Sparta dan beberapa polis lainnya), serta persatuan Delosatika (Athena dan polis lainnya). Koalisi militer tersebut pada akhirnya saling berperanguntuk memperebutan Hegemoni dalam perang Peloponesos.

Perang Peloponesos (431-404 SM)

Perang Peloponesos disebabkan karena polis Athena yang memimpin persekutuan polis-polis di Jazirah Attica, disebut Liga Diegos memiliki pengaruh yang terlalu kuat baik di bidang politik dan ekonomi Yunani sehingga banyak polis yang khawatir menjadi sasaran ekspansi dan dikuasai Athena. Keadaan tersebut menyebabkan Sparta sebagai pimpinan Liga Peloponesos bangkit memimpin polis-polis lain menghadapi Athena. Athena tangguh dengan angkatan lautnya sedangkan Sparta kuat di angkatan daratnya, Perang dimulai meletus tahun 431 SM.

Sparta menebangi pohon zaitun dan menghancurkan tanaman yang lain untuk melumpuhkan ekonomi Athena. Bencana lain yang dialami Athena adalah munculnya wabah penyakit akibat buruknya sanitasi sehingga menyebabkan kematian seperempat jumlah penduduk Athena termasuk Perikles pada tahun 429 SM.

Kematian Perikles turut menyebabkan lemahnya kepemimpinan Athena. Pada tahun 404 SM, Sparta dan pasukan polis-polis lainnya dapat mengalahkan Athena dengan bantuan dari Persia.

Demikian Pembahasan Tentang Peradaban Bangsa Yunani Kuno dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)