Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Posted on
Sistem Peredaran Darah Pada Manusia
5 (100%) 5 votes

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Sistem Peredaran Darah? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: Sistem Peredaran Darah Pada Manusia.

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Tentunya kamu sudah mengetahui bahwa di dalam tubuh manusia terdapat jutaan sel darah yang memiliki peranan penting. Sel-sel darah di dalam tubuh akan mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh bagian pada tubuh yang memerlukan. Proses peredaran sari-sari makanan dan oksigen yang dilakukan oleh darah dibantu oleh beberapa organ yang terdapat di dalam tubuh. Apa saja organ yang berperan dalam proses tersebut? Bagaimana mekanisme peredaran darah? Kemudian, Bagaimana apabila salah satu organ tidak dapat menjalani fungsinya masing-masing? Agar kamu dapat memahaminya.

Darah

Darah adalah salah satu jenis jaringan ikat yang memiliki suspensi berwarna merah dan mengalir di pembuluh darah. Warna merah pada darah disebabkan karena kandungan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) di dalam tubuh. Secara umum volume darah yang terkandung di dalam tubuh manusia berbeda-beda, hal ini bergantung pada kondisi fisik tubuh, serta perubahan konsentrasi air dan zat terlarut di dalamnya. Misalnya, pada saat seseorang mengalami dehidrasi karena telah melakukan olahraga, maka volume darah di dalam tubuh akan berkurang. Sedangkan pada ibu hamil, volume darah cenderung akan bertambah. Namun pada umumnya volume darah pada manusia dewasa berkisar 5-6 liter atau 7%-8% dari total berat tubuh, sementara itu pada bayi dan anak-anak jumlah volume darahnya lebih sedikit. Di dalam tubuh manusia, darah memiliki peranan yang sangat penting, antara lain sebagai berikut:

  • Mengedarkan hormon, nutrisi, vitamin dan miniral ke seluruh bagian tubuh.
  • Mengangkut zat sisa dan substansi beracun dari sel-sel tubuh ke hati dan ginjal untuk di netralkan atau dibuang.
  • Mengatur stabilitas tekanan osmotik.
  • Menstabilkan suhu tubuh.
  • Melindungi tubuh dari infeksi penyakit. Peranan ini dilakukan oleh plasma darah dan sel darah putih.
  • Mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru.
  • Membekukan darah yang dilakukan oleh plasma darah.
Berita Terkait  Pengertian Konduktor dan Isolator Panas Terlengkap

Berikut akan dijelaskan mengenai komponen darah beserta fungsinya, yaitu sebagai berikut:

Komponen Darah dan Fungsinya
Sekitar 55% dari darah disusun oleh cairan yang disebut dengan plasma. Sisanya dibentuk oleh tiga tipe sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).

beriktu komponen darah di dalam tubuh manusia

Komponen
Fungsi
Jumlah per Mikroliter
Persen Volume
Sel darah merah (eritrosit)
Sel darah merah
Transpor oksigen dan karbon dioksida
4.5000.000-5.500.000
Sel darah putih
terdiri atas:
Neutrofil
Fagositosis
3.000-6.750
Limfosit
Respons pertahanan tubuh utama
1.000-2.700
Keping darah
Sumber subtansi untuk pembekuan darah ketika luka
250.000-300.000
Monosit
Fagositosis
150-720
Eosinofil
Fagositosis
100-360
Basofil
Sumber subtansi untuk menambah permeabilitas kapiler dan sebagai anti pembekuan darah
25-90
Plasma darah (40%-50% Total Volume)
Air
Pelarut
91-92
Protein plasma
Memiliki banyak fungsi (melawan infeksi dan pembekuan darah
7-8
Larutan lain (ion, gula, lipid, asam amino, hormon, vitamin, gas terlarut
Memiliki banyak fungis (menjaga pH ekstraselular dan volume cairan)
1-2

Plasma

Plasma merupakan cairan kuning bening yang ikut membentuk cairan darah. Plasma adalah bagian yang paling banyak dari cairan darah. Normalnya, persentase plasma pada orang dewasa adalah 50% – 60% dari tota voume darah. Cairan darah diisikan ke dalam tabung reaksi, setelah beberapa waktu cairan plasma akan terpisah dari sel-sel darah sehingga terbentuk dua lapisan. Lapisan plasma yang berwarna kuning bening akan berada di bagian atas dan lapisan sel-sel darah yang berwarna merah gelap berada di bagian bawah.

Plasma darah sekitar 90%-nya disusun oleh air yang berfungsi sebagai pelarut. Sisanya terdiri atas zat-zat terlarut, seperti garam, mineral (besi, tembaga, kalsium dan magnesium), nutrisi (lemak, asam, amino, glukosa dan protein), gas terlarut (oksigen dan karbon dioksida) vitamin, hormon, enzim dan zat buangan (urea dan asam urat).

Berita Terkait  Pengertian Sumsum Tulang Belakang, Bagian dan Fungsinya

Konsentrasi garam pada plasma diatur oleh ginjal. Sedikit tubuh menjadi konsentrasi garam di dalam darah, dapat menyebabkan fungsi tubuh menjadi serangan jantung, koma bahkan kematian.

Plasma membawa sejumlah besar protein penting, seperti albumin, globulin, gama dan fibrinogen. Warna kuning pada plasma berasal dari protein yang laur di dalamnya. Albumin merupakan protein utama di dalam plasma. Albumin berfungsi untuk membantu mengatur kandungan air di darah dan jaringan. Protein plasma bernama globulin  gama merupakan antibodi yang melindungi tubuh dengan melawan serangan organisme penginfeksi. Fibrinogen merupakan faktor pembekuan darah bagian plasma atau yang bertanggung jawab untuk pembekuan darah.

Plasma yang faktor pembekuan telah dihilangkan disebut dengan serum. Baik serum maupun plasma mudah disimpan dan memiliki banyak kegunaan medis. Jika didinginkan atau dikeringkan, maka plasma dapat disimpan tahunan lamanya. Dalam kondisi darurat, plasma lebih berguna dibandingkan darah. Hal ini disebabkan pada golongan darah seseorang. Tranfusi plasma dapat digunakan pada seseorang yang baru mengalami kecelakaan, misalnya untuk menjaga tekanan darah ketika seseorang banyak kehilangan cairan darah. Globulin gama dapat diambil dari plasma dan diberikan pada orang yang baru terkena penyakit, seperti cacar, hepatitis dan campak untuk memberikan efek kekebalan.

Ketika darah mengalir melalui pembuluh darah terkecil, maka akan disebut dengan pembuluh kapiler, plasma akan berubah menjadi limfa. Limfa mirip dengan plasma, tetapi limfa tidak mengandung protein karena ukuran protein terlalu besar untuk melewati pembuluh kapiler. Limfa bertugas mengirimkan nutrisi yang dibawa oleh plasma. Limfa juga berfungsi membersihkan sel-sel tubuh dengan mengambil zat-zat dari sel. Kemudian limfa bergabung lagi dengan plasma dan masuk ke sistem sirkulasi darah, sehingga sampah sel dapat dibawa ke organ yang akan mengeluarkannya dari tubuh. Jika ingin mengetahui tentang sel-sel darah manusia, anda bisa klik disini Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih.

Berita Terkait  Perkembangbiakan Makhluk Hidup

 

 

Demikian Pembahasan Sistem Peredaran Darah Pada Manusia dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)