Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Posted on
Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku
5 (100%) 5 votes

Pendidikanmu – Kalian mungkin pernah makan sayur pakis. Pakis ialah istilah lain untuk tumbuhan paku. Tumbuhan paku merupakan divisi dari kingdom Plantea yang anggotanya memiliki akar, batang dan daun sejati, serta memiliki pembuluh pengangkut. Tumbuhan paku sering juga disebut dengan Kormofita Berspora, karena berkaitan dengan akar, batang, daun sejati, serta berproduksi aseksual dengan spora.

Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Ciri-Ciri Tubuh

Ciri tumbuhan paku meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi tubuh.

  • Ukuran dan Bentuk Tubuh

Tumbuhan paku memiliki ukuran yang bervariasi dari yang tingginya sekitar 2 cm, misalnya tumbuhan paku yang hidup mengapung di air, sampai tumbuhan paku di darat yang mencapai tinggi 5 cm, misalnya paku tiang. Tumbuhan paku purba yang telah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, perdu atau pohon dan seperti tanduk rusa.

Tumbuhan paku terdiri darui dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi ini tumbuh bergantian dalam siklus hidup tumbuhan paku. Generasi sporofit ialah tumbuhan yang menghasilkan spora. Sedangkan generasi gametofit ialah tumbuhan yang menghasilkan gamet (sel kelamin).

  • Struktur dan Fungsi TubuhTumbuhan Paku Generi Sporofit

Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa milimeter.Sebagian besar tumbuhan paku memiliki gametofit berbentuk hati yang disebut protalus(jamak:protalia).Protalus berupa lembaran,memiliki rizoid pada bagian bawahnya,serta memiliki klorofil untuk fotosintesis.Protalus hidup bebas tanpa bergantung pada sporofit untuk kebutuhan  nutrisinya.Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis.Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur.
Gametofit memiliki alat reproduksi seksual.Alat reproduksi jantan adalah anteridium.Anteridium menghasilkan spematozoid berflagelum.Alat reproduksi betina adalah arkegonium.Arkegonium menghasilkan ovum.Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu memiliki dua jenis alat reproduksi pada satu individu.Gametofit dengan dua jenis reproduksi disebut gametofit biseksual.Gametofit yang hanya  memiliki anteridium saja atau arkegonium saja disebut gametofit uniseksual. gametofit  uniseksual dihasilkan oleh paku homospora (paku yang menghasilkan satu jenis spora),dan gametofit uniseksual dihasilkan oleh paku heterospora (paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda).
  • Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan Paku Generasi Gametofit

Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa milimeter.Sebagian besar tumbuhan paku memiliki gametofit berbentuk hati yang disebut protalus(jamak:protalia).Protalus berupa lembaran,memiliki rizoid pada bagian bawahnya,serta memiliki klorofil untuk fotosintesis.Protalus hidup bebas tanpa bergantung pada sporofit untuk kebutuhan  nutrisinya.Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis.Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur.
Gametofit memiliki alat reproduksi seksual.Alat reproduksi jantan adalah anteridium.Anteridium menghasilkan spematozoid berflagelum.Alat reproduksi betina adalah arkegonium.Arkegonium menghasilkan ovum.Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu memiliki dua jenis alat reproduksi pada satu individu.Gametofit dengan dua jenis reproduksi disebut gametofit biseksual.Gametofit yang hanya  memiliki anteridium saja atau arkegonium saja disebut gametofit uniseksual. gametofit  uniseksual dihasilkan oleh paku homospora (paku yang menghasilkan satu jenis spora),dan gametofit uniseksual dihasilkan oleh paku heterospora (paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda).

Cara Hidup dan Habitat

Tumbuhan paku merupakan fotoautotrof.Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air (misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata).Namun, umumnya tumbuhan  paku adalah tumbuhan terestrial  (tumbuhan darat ). Jenis tumbuhan paku lebih melimpah di daerah hutan hujan tropis.

Reproduksi

Tumbuhan paku berkembang biak  secara aseksual dan seksual.Reproduksi  asekual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut.Reproduksi tumbuhan paku juga menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis).Namun,pada tumbuhan paku,generasi sporofit adalah generasi yang dominan dalam daur hidupnya.
Generasi gametofit dihasikan oleh reproduksi aseksual dengan spora.Spora dihasikan oleh pembelahan sel induk  spora yang terjadi di dalam sporangium.Sporangium terdapat pasa sporofit (sporogonium) yang terletak di daun atau batang.Spora haploid (n) yang dihasilkan diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnyamenjadi gametofit yang haploid (n).
Gametofi memiliki dua jenis alat reproduksi,yaitu anteridium dan arkegonium,atau satu jenis alat reproduksi,yaitu anteridium saja atau arkegonium saja.Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n).Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid (n).
Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium.Spermatozoid kemudian membuahi ovum.Pembuahan ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasikan zigot yang diploid (2n). Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio (2n).Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n).

Klasifikasi

Tumbuhan paku diklasifikasikan berdasarkan cirri tubuhnya menjadi empat subdivisi,yaitu paku purba (Psilopsida), paku kawat (Lycopsida),paku ekor kuda (Sphenopsida),dan paku sejati (Pteropsida).
  • Paku Purba (Psilopsida)

Sebagian besar paku purba merupakan tumbuhan paku yang telah punah.Diperkirakan paku purba yang hidup saat ini hanya tinggal 10 samapai 13 spesies dari dua jenus saja.Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis.Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki daun sejati (paku terbuka).
Paku purba yang memiliki daun umumnya berukuran kecil (mikrofit)dan berbentuk sisik.Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m.Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut.Batang paku purba mengandung klorofit sehingga dapat melakukan fotosintesis. Cabang batang mengandung mikrofil dan kumpulan sporangium yang terdapatdi sepanjang cabang batang.
Sporofil menghasilkan satu jenis spora (homospora).Gametofitnya tidak memiliki klorofil  dan mengandung anteridium dan arkegonium.Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur  untuk memperoleh nutrisi.Paku purba adalah Rhynia (paku purba tidak berdaun) dan Psilotum (paku purba berdaun kecil).
  • Paku Kawat (Lycopsida)

Paku kawat  mencakup sekitar 1.000 spesies tumbuhan paku,terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella.Paku kawat  banyak tumbuh  di hutan-hutan daerah tropis dan subtropics. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. Anggota paku kawat memiliki akar,batang ,dan daun sejati.Daunnya berukuran kecil  dan tersusun rapat. Sporangium terdapat padasporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Oleh karena itu,paku kawat disebut juga pinus tanah. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis,yaitu mikrosporangium dan megasporangium.Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil bmikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.Megasporangium terdapat pada megasporofil ( daun yang mengandung megasporangium). Megasporangium (jamak:megasporangia) menghasikan megaspore yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.
Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannya. Gametofit paku kawat ada yang uniseksual , yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual, yaitu mengandung  anteridium dan arkegonium. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora. Sedangkan gametofit biseksual terdapatpada Lycopodium.
  • Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 15 spesies dari satu genus, yaitu Equisetum. Equisetum terutama hidup  pada habitat lembab di daerah subtropics. Seperti paku purba dan paku kawat, anggota paku ekor kuda banyak yang berupa tumbuhan paku purba yang sudah punah dan menjadi fosil. Fosil paku ekor kuda termasuk tumbuhan paku raksasa, berbentuk seperti pohon yang mencapai tinggi 15 cm. Eqiusetum yang tertinggi hanya mencapai 4,5 m, sedangkan rata-rata tinggi kebanyakan Equisetum kurang  dari 1 m. Equisetum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Batangnya beruas dan pada setip ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik.
Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silica. Sporangium menghasilkan satu jenis spora, sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa millimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual.
  • Paku Sejati (Pteropsida)

Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12.000 jenis dari kelas filicinae.filicinae memiliki akar,batang ,dan daun sejati. Batang dapat berupa batang dalam tanah (rizom) atau batang di atas tanah . Daun filicianae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun yang bercabang.daun mudanya memiliki cirri khas yaitu tubuh menggulung (circinnatus). jenis paku yang termasuk paku sejati adalah semanggi (Marsilea crenata), paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum  cuneatum), paku sawah (Azolla pinnata), dan Dicksonia antarctica.

Manfaat Tumbuhan Paku bagi Manusia

Jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan bagi kepentingan manusia antara lain semanggi (Marsilea crenata), dimakan sebagai sayur, paku rane (Selaginella plana) sebagai obat untuk menyembuhkan luka, Azolla pinnata sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah , paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), dan Paku tanduk rusa (Platycerum bifurcatum) sebagai tanaman hias.

 

Berita Terkait  Pengertian Ekosistem Beserta Komponennya

 

Demikian Pembahasan Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)