Pemberontakan yang Terjadi di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Diposting pada
Pemberontakan yang Terjadi di Indonesia Setelah Kemerdekaan
5 (100%) 6 votes

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Pemberontakan di Indonesia? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: Pemberontakan yang Terjadi di Indonesia Setelah Kemerdekaan.

Pemberontakan yang Terjadi di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Sejak proklamasi Kemerdekaan Indonesiah pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan pelaksanaan demokrasi liberal [1950-1959] kondisi keamanan dalam negeri Indonesia belum stabil. Berbagai macam pergolakan muncul di daerah yang ingin meruntuhkan negara Indonesia. Berikut beberap pemberontakan yang muncul di beberapa daerah adalah sebagai berikut:

Pemberontakan APRA di Jawa Barat

Kalangan KNLI membentuk gerakan Angkatan perang Ratu Adil [APRA]. Gerakan ini dipimpin oleh Kapten Westerling yang merupakan mantan tentara KNLI. Pada tanggal 23 Januari 1950, APRA merebut tempat-tempat penting di Bandung seperti markas Divisi Siliwangi, dan membunuh setiap anggota TNI yang mereka temui di jalan, termasuk letnan Kolonel Lembong. Bahkan Westerling berencana menyerang Kabinet RIS dan membunuh beberapa orang menteri, seperti menteri pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sekjen kementrian pertahanan Mr. Ali Budiarjo, dan pejabat Kepala Staf Angkatan perang kolonel T.B. Simatupang.

Pada April 1950 Sultan Abdul Hamid II dari pontianak yang merupakan kepala negara di kalimantan Barat dan mentri tanpa portofolio di kabinet RIS ditangkap karena dituduh sebagai dalam negara gerakan APRA dan Westerling berhasil melarikan diri ke luar negeri.

Pemberontakan Andi Aziz

Andi Aziz adalah mantan letnan Ajunda Wali Negara-Negara Indonesia Timur [NIT] Tjokorde Gede Sukawati yang telah tergabung dalam APRIS dengan pangkat kapten pada tanggal 30 Maret 1950. pada tanggal 5 April 1950, pasukan Andi Aziz meyerbu dan menduduki markas APRIS di Makassar.Mereka Menuntut agar pasukan APRIS dan KNLI  saja yang bertanggung jawab terhadap keamanan NIT. Mereka beranggap bahwa RIS tidak memedulikan keinginan anggota KNLI di Makassar untuk menjadi TNI yang tidak diintegrasikan dengan pasukan-pasukan TNI di Jawa. selain itu, Andi Aziz dan pasukanya juga menginginkan agar NIT tetap pertahankan.

Berita Terkait  Peristiwa Pemberontakan G 30 S/PKI

Dalam menghadapi tuntutan tersebut, pemerintah mengeluarkan ultimatum yang mengaruskan Andi Aziz mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, ultimatum tersebut tidak diharuskan oleh Andi Aziz dan pasukannya. Pemerintah akhirnya bertindak tegas dan mengirimkan pasukan EKspedisi ke Makassar yang dipimpin oleh Kolonel Alex kawilarang, yang di dahului oleh Batalion Worang yang telah mendarat pada 18 April 1950.

Ahirnya Andi Aziz menyerahkan diri pada akhir April 1950. Namun demikian, pertempuran terus berlangsung  antara pasukan APRIS dengan pasukan KNLI dan pertempuran baru dapat diatasi pada bulan Agustus 1950 dan pada tahun 1953 Andi Aziz dijatuhi hukuman lima belas tahun penjara oleh pengadilan militer Yogyakarta.

Pembentukan Republik Maluku Selatan

pada tanggal 25 APRIL 1950 di Ambon diproklamasikan berdirinya replubik Maluku Selatan [RMS]. RMS diprolamasikan oleh Mr.Dr.Ch.R.S. Soumokil, mantan jaksa Agung Negara Indonesia Timur. Soumokil sebenaranya telah terlibat di dalam petualangan Andi Aziz Akibat kegagalan gerakan itu, ia melarikan diri ke Maluku Tengah dan menjadikan Ambon sebagai pusat kegiatan.

Soumokil berani mendirikan RMS karena mendapat bantuan penuh dari pihak Belanda dan KNLI yang berada di Ambon. Pemerintah RIS di Jakarta ingin menyelesaikan persoalan itu secara damai sehingga dikirimlah misi perdamaian ke Ambon yang dipimpin oleh Dr.leimena. Akan tetapi, pihak pemberontak tidak mau berunding. Akhirny, pemerintah terpaksa menggunakan kekuatan militer untuk menumpas para pemberontak. kota Ambon dikepung oleh tentara APRIS di bawah komando letnan kolonsel Slamet Riyadi. Pada saat pasukan APRIS berusaha merebut Benteng New Victori, letkol Slamet Riyadi gugur dalam pertempuran tersebut. Walaupun komandannya tewas, para prajurit APRIS terus maju menyerbu hingga Benteng New victoria berhasil direbut dan kota Ambon diduduki.

Sebagai tentara RMS yang tidak mau menyerah melarikan diri ke hutan dan menyusup masuk ke pulau seram. Operasi militer yang dilakukan APRIS terus berlanjut hingga akhirnya pertempuran sengit tersebut dapat direndam pada 8 November 1950. Pada bulan November 1963, Dr. Soumokil berhasil menyelamatkan diri, akhirnya ditangkap dan dibawa kejakarta diadil oleh Mahkamah Militer dengan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1964.

Pemberontakan PRRI atau Persemesta

Selama munculnya berbagai pemberontakan di daerah-daerah tertentu timbul pula pergolokan hebat. Pokok persoalanya adalah adanya rasa tidak puas dan tidak percaya kepada pemerintah pusat. Mereka melakukan gerakan yang melawan hukum, antara lain dengan mendirikan berbagai dewan seperti berikut:

  1. Dewan Banteng di sumatra Barat yang dipimpin oleh letna kolonel Achmad Husein.
  2. Dewan Manguni di sulawesi Utara ytang dipimpin oleh letnan kolonel Vince samuel.
  3. Dewan Gajah di sumatra Utara yang dipimpin oleh kolonel Malaudin Simnolon.
  4. Dewan Garuda di sumatra Selatan, pendirinya adlah golongan politik tertentu yang didukung letna kolonel Barlian dan aktivitasnya dipimpin oleh Mayor Nawawi.
Berita Terkait  Konferensi Asia-Afrika dan Peran Indonesia Terlengkap

Pemerintah berusaha menyelaikan persoalan di daerah-daerah secara damai, namun mereka tetap berkeinginan memisahkan diri dari pemerintah pusat. Pada tanggal 10 Febuari 1958 ketua dewan Banteng letnan kolonel Achmad Husein mengeluarkan ultimatum agar kabinet juanda mengunduhkan diri secepatnya. karena ultimatumnya tidak ditanggapi pemerintah pusat,Pada tanggal 15 Febuari 1958, letnan kolonel Achmad Husein segera memproklamasikan berdirinya pemerintah revolusioner Republik Indonesia [PRRI] dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai perdana mentri. pusat kedudukan PRRI berada di Bukittinggi.

Pemerintah bertindak tegas menghadapi berbagai pemberontakan itu. Komando Daerah Militer Sumatra Tengah segera dibekukan,letna kolonel Achmad Husein dan kawan-kawanya dipecat dengan tidak hormat dari dinas militer.

Oleh karena usaha penyelesaian secara damai tidak berhasil, pemerintah terpaksa menggunakan operasi. Operasi penumpasan pemberontakan PRRI diberi nama sandi Operasi 1 Agustus yang dipimpin kolonel Ahmad Yani.

Secara bertahap pasukan pemerintah berhasil merebut kota-kota yang dikuasai PRRI. pada tanggal 4 mei 1958 pusat pertahanan para pemberontak di Bukittinggi dapat direbut dan sisa-sisa pasukanya dapat dihancurkan.

pergolokan juga terjadi Sulawesi Utara. pada tanggal 17 Febuari 1958, letnan kolonel D.J. Somba sebagai komandan komando Daerah militer Sulawesi Utara dan Tengah [KDMSUT] memuntuskan hubungan dengan pemerintah pusat. Ia menyatakan berdirinya gerakan perjuaangan rakyat semesta [permesta],dan dengan terang-terangan mendukung PRRI.

Operasi militer segera dilakukan dengan diberi sandi Operasi saptamarga dan Operasi Merdeka. Operasi militer ini dipimpin letna kolonel Rukmito Hendraningrat. Operasi militer yang dilancarkan sejak April Agustus 1958 berhasil menghancurkan para pemberontak permesta. pemberontakan permesta mendapat bantuan dari kekuatan asing, seperti Amerika serikat dan negara-negara Barat. Hal ini dibuktikan dengan serangan udara yang dilakukan pilot berkebangsaan Amerika serikat, Allian pope. Namun, pesawat yang dikemudikannya berhasil ditembak jatuh oleh pasukan APRI Adan AURI.

 

Share This:
  • 2
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares