Surah at-Tin dan Makna Terkandung dalam Surah at-Tin

Diposting pada
Surah at-Tin dan Makna Terkandung dalam Surah at-Tin
5 (100%) 8 votes

Pendidikanmu – Sebelum membaca Al-Qur’an, alangkah baiknya kamu terlebih dahulu membuka halaman yang akan dibaca. Jika kamu sudah menemukannya, awalilah dengan taawuz terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan basmalah.

Firman Allah  swt.:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Fa-idzaa qara’tal quraana faasta’idz billahi minasy-syaithaanirrajiim(i);

Artinya: “Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah swt dari setan yang terkutuk.” (Q.S. an-Nahl [16]:98)

Selain dimulai dengan membaca basmalah, dalam membaca surah at-Tin, kita harus membacanya dengan tartil.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيل

Wa rattilil-qura’ana tartiilaa(n).

Artinya: “…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Q.S. al-Muzzammil [73]:4)

Lafal Surah at-Tin

Surah at-Tin

Wattiini wazzaituun. Watuurisiiniin. Wahaadzal baladil amiin. Laqod holaqnal insaana fii ahsani taqwiim. Tsumma rodadnaahu asfala saafiliin. Illalladziina amanu wa’amilussoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun. Famaa yukadzzibuka ba’du biddiin. Alaisalloohu bi ahkamil haakimiin.

Artinya: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, demi bukit Sinai dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia di bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka untuk mereka pahala yang tidak ada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (Q.S. at-Tin [95]:1-8)

Setelah kamu membaca surah at-Tin diatas, baik secara perorangan maupun bersama-sama, perhatikanlah  bacaan surah at-Tin dan pelajari pula tajwidnya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dan membaca. Di samping itu, berusahalah agar dapat membaca Al-Qur’an sekaligus memahami isinya. Supaya memudahkan kamu dalam membaca, terutama bagi yang belum lancar.

Berita Terkait  Pengertian Prosa Menurut Para Ahli, Ciri dan Jenis Prosa

Makna yang Terkandung dalam Surah at-Tin

Surah at-Tin ialah urutan surah yang ke-95 dalam Al-Qur’an, yang terdiri atas delapan ayat dan termasuk surah makiyah (surah yang diturunkan di kota Mekah). Dalam surah ini, Allah bersumpah dengan empat hal, yakni:

  1. Demi buah tin
  2. Demi buah zaitun
  3. Demi Bukit Sinai
  4. Demi kota Mekah yang aman

Para ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan surah at-Tin ialah tempat tinggal Nabi Nuh a.s. di Damaskus yang banyak ditumbuhi pohon tin, sedangkan zaitun ialah tempat tinggalnya Nabi Isa a.s. di Baitulmukadas yang banyak ditumbuhi buah zaitun. Bukit sinai ialah tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah, letaknya persis berada di luar tembok Yerusalem, sedangkan kota Mekah yang aman ialah Mekah al-Mukaramah. Kota ini sejak zaman jahiliah sampai sekarang tetap terjaga dan terpelihara kesuciannya. Selain itu, Mekah adalah tempat pertama kali Nabi Muhammad saw. menerima wahyu.

Allah swt. bersumpah dengan keempat nama tersebut karena tempat itu ialah lokasi para nabi yang telah gigih memperjuangkan agama Allah dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketawakalan. Meskipun dalam berdakwah mereka mendapatkan tantangan, hambatan dan rintangan, namun mereka tidak pantang menyerah. Ole karena itu, mereka digelari dengan sebutan Ulul azmi, artinya mereka yang memiliki kemauan keras. Mereka ialah Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad saw..

Manusia diciptakan oleh Allah swt. dalam bentuk yang sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lain, karena manusia mempunyai akal dan nafsu. Dengan akalnya, manusia dapat mengontrol emosi sehingga mereka akan hidup dalam ketenteraman dan kerukunan. Di samping itu. Allah mengangkat derajat kemulian kepada manusia dengan beberapa kelebihan, diantaranya diberikan kemampuan untuk memperoleh penghidupan, baik dari daratan maupun dari lautan.

Berita Terkait  Pengertian Masalah Sosial, Ciri, Faktor, Dampak dan Penyelesaiannya

Sebaliknya, dengan nafsunya manusia akan bertindak sewenang-wenang tidak mempunyai aturan dalam hidupnya persis layaknya hewan. Padahal, yang membedakan antara manusia dan hewan adalah akalnya. Dengan potensi manusia diberi tugas oleh Allah swt., yakni untuk beribadah, tetapi jika manusia tidak menerima potensi berarti dia telah menempatkan diri dalam potensi hewani.

Jika manusia sudah mengikuti hawa nafsunya dan tidak mau menerima tuntunan yang telah diajarkan oleh Allah swt. melalui Rasulullah saw., ia akan menjadi makhluk yang paling rendah, bahkan lebih rendah dari hewan.

Agar kita tidak terjerumus kepada perbuatan nafsu, sebaiknya bentengi diri kita dengan keimanan dan berbuat baiklah kepada orang tua, guru dan teman serta iringi perbuatan itu dengan keikhlasan karena Allah.

Setelah kita membaca dan memahami Al-Qur’an surah at-Tin, kita dapat mengetahui makna yang terkandung di dalamnya, antara lain:

  • Kita dapat mengetahui sumpah Allah kepada empat nama tersebut. Keempat nama tersebut ialah lokasi para nabi yang telah gigih memperjuangkan agama Allah dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketawakalan. Meskipun mereka dapat rintangan, hambatan dan tantangan yang menghalanginya.
  • Kita akan bersyukur kepada Allah karena Dia yang telah menciptakan manusia dengan penciptaan yang paling sempurna. Di balik kesempurnaanya, Allah telah memberikan dua potensi, yakni akal dan nafsu.
  • Kita akan mengontrol diri dari perbuatan keji dan mungkar, serta akan tetap memelihara iman dalam hati dan merealisasikannya dalam bentuk amal saleh, dengan harapan supaya Allah tidak mengembalikan kita ke tempat yang hina (neraka).
  • Kita tidak pantas mendustakan hari pembalasan, karena pada hari itu sudah pasti setiap manusia haru mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah swt..

 

Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)