Pengertian Manajemen, Fungsi, Unsur, Faktor dan Penerapannya

Diposting pada

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Manajemen? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, fungsi, unsur, faktor dan penerapannya.

Pengertian Manajemen, Fungsi, Unsur, Faktor dan Penerapannya

Pengertian Manajemen

Manajemen ialah sebuah prosedur yang dijalankan untuk memperoleh sebuah tujuan suatu institusi dengan cara bekerja dalam keran kerja.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda dalm mendefinisikan manajemen. Berikut ini akan di kemukakan beberapa pengertian manajemen yang ditinjau dari beberapa segi.

  1. Pengertian manajemen ditinjau dari segi [art] adalh seni menyeleskan pekerjaan melalui orang lain. Pengertian ini dikemukakan oleh Mary parker follet [tripathi dan reddy, 2008].
  2. Pengertian manajemen ditinjau dari segi ilmu pengatahuan adalah bidang pengetahuan yang berusha secra sistematis memahami mengapa dan bagaiman manusia bekerja sama untuk menghasilkan seuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Pengertian ini dikemukakan oleh luther Gulick [tripathi dan Reddy, 2008].
  3. Pengertian manajemen ditinjau dari segi proses adalah perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota serta tujuan penggunaan organisai yang sudah ditentukan. Penegrtianini dikemukakan oleh james A. F. Stoner [Stoner,Gilbert, dan freeman, 2009].

Berdasarkan beberapa penegrtian tersebut, kita dapat menyimpiulkan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisaian, kepemimpinan, dan pengadilan kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisai lainya ntuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Untuk mengerahkan kelompok manusia memilki latar belakang pendidikan dan karakter yang berbeda-beda, seorang manajer harus mnerapkan fungsi-fungsi manajemen untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini akan dibahas beberapa fungsi manajemen, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling,

Perencanaan [Planing]

Fungsi manajemen yang paling utam adalah perencanaan. Dalam urutan kegiatan, perencanaan merupakan kegiatan awal. Fungsi yang lain bekerja setelah diberi arahan oleh bagian perencanaan. Oleh karena itu, perencanaan merupakan proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langhak yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

Pertanyaan mendasar pada tahap perencanaan

pada tahap perencanaan, seorang manajer akan memulai dengan menjawab pertanyaan 5Wdan1H sebagai berikut.

  • Waht. Seorang manajer harus menjawab pertanyaan, apa yang hendak dicapai, dan kemudian dirumuskan dalam mencapai tujuan tertentu.
  • Why. Seorang manajer harus menjawab mengapa hal tertentu menjadi tujuan. ia harus dapat memberi alasan yang disertai hasil analisisnya.
  • Where. Seorang manajer harus mampu mempertanggung-jawbkan pilihan lokasi perusahan, misalnya mengapa memilih lokasi dekat konsumen. Keputusan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan dari aspek ekonomis, sosial, dan teknis.
  • Wheen.Seorang manajer harus dapat menentukan jadwal pekerjaan yang harus diselesaikan.
  • Who. Seorang manjer harus  mampu mempertanggung-jwabkan mengapa orang-orang tertentu yang dipilih untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan pemperahtikan asa “the right man on the right place”.
  • How. Seorang manajer harus dapat menentukan bagaimana cara melaksanakan suatu pekerjaan. Ia tidak harus melaksanakan pekerjaan seorang diri, melainkan dapat melimpahkanya kepada stafnya.

Perencanaan dapat dibagi menjadi tiga jenjang berikut.

  • Jenjang atas [top-level]. Pda jenjang ini, perencanaan bersifat strategis, yaitu memberi petunjuk umum, merumuskan tujuan, mengambil keputusan, dan memberi petunjuk pola penyelaian, serta bersifat menyeluruh.
  • Jenjang menengah [ middle-lvel]. Pada jenjang ini, perencanaan bersifat administratif, yaitu menyangkut cara-cara menempuh dan bagaiman tujuan dari perencanaan itu dapat dilaksanakan.
  • Jenjang bawah [lowa-level]. Pad jenjang ini, perencanaan berfokus untuk menghasilkan, sehingga perencanaan mengarah pada pelaksanaan atau operesional.

Syarat-Syarat Perencanaan

Perencanaan yang baik haru memenuhi beberapa per syaratan, yaitu memilki tujuan yang jelas, bersifat sederhana sehingga tidak sulit dalam pelaksanaanya, memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan, bersifat fleksibel sesuai perkembangan, memiliki keseimbangan antara tujuan setiap bagian dan tujuan akhir perusahan, serta memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guan.

Manfaat Perencanaan

Perencanaan memiliki beberapa manfaat, yaitu membuat pelaksanaan tugas menjadi tempat kegiatan tiap unit terorganisasi menuju arah yang sama, mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, memudahkan pelaksanaan pengawasan, dan memberikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan, sehingga pelaksanaan memiliki gerak dan pandangan yang sama.

Pengorganisasian [Organizing]

Pengorganisasian  adalah proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenag sehingga tercipta kesatuan dalam rangka mencapai tujuan.

Unsur Organisasi

Dalam organisasi terdapat beberapa unsur, yaitu sekelompok manusia yang diarahkan untuk bekerja sama, melakukan kegiatan yang telah ditetapkan, dan kegiatan diarahkan untuk mencapai tujuan.

Manfaat Pengorganisasian

Pengorganisasian memiliki beberapa manfaat, yaitu memungkinkan pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan, menciptakan spesialisasi dalam melaksanakan tugas, dan membantu anggota mengetahui tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan.

Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian memiliki beberapa fungsi, yaitu mendelegasikan wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana, membuat pembagian tugas yang jelas, dan mengoordinasikan seluruh kegiatan.

Bentuk organisasi

Ada beberapa bentuk organisasi yang lazim digunakan oleh perushan-perushan, yaitu sebagai berikut.

  1. Organisai garis, adalah organisasi di mana wewenang pimpinan langsung ditunjukan kepada bawahan sehingga bawahan bertangguang jawab langsung ke pada pimpinan. Organisasi garis cocok diterapkan pada organisasi militer. Organisasi garis cocok diterapkan pada organisasi yang sederhana yang memiliki jumlah karyawan sedikit belum ada spesialisasi.
  2. Organisasi fungsional, adalah organisasi yang disusun bardasarkan sifat dan jenis fungsi yang harus dilaksanakan. Organisasi fungsional cocok digunakan pada badan-badan yang secra tegas memberi pekerjaan atas fungsi-fungsi.
  3. Organisasi garis dan staf, adalah organisasi yang memberi wewenang pada pimpinanuntuk memberi komando pada bawahan. Orhanisasi ini cocok digunakan pada organisasi yang jumlah personilnya besar, daerah operasinya luas, dan bidang tugasnya beraneka ragam.

Pelaksanaan [Actuating]

Pelaksanaan adalah fungsi manjer untuk menggerakan orang-orang agar bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling penting karena berhubungan dengan sumber daya manusia.

Ada tiga gaya dalam pelaksanaan pepemimpinan di mana yag di kenal secra umum, yaitu sebgai berikut.

  • aOtorite yaitu gaya kepemimpinan di mana pemimpin tidak melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan. Bawahan dianggap hanya melaksanakan pekerjaan dan bukan sebagai rekan sekerja. pemimpin otoriter menganggap hubungen antara pemimpin dan bawahan seperti hubungan antara majiakan dan buruh.
  • Demokratis yaitu gaya kepemimpinan di mana pemimpin mengakomodasi pendapat bwahan dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan yang demokratis menganggap diri dan bawahanya adalah satu tim.
  • Bebas yaitu gaya kepemimpinan di mana pemimpin menyerahkan proses pengambilankeputusan pada bawahnya . Pemimpin dengangaya kepemimpianan seperti ini hanya memberi arahan dan nasihat dalam pengambilan keputusan.

Pengawasan [Controlling]

Pengawasan merupakan tugas untuk mengoreksi kesalahanyang terjadi demi tercapainya tujuan organisasi. Henry fayol mendefinisikan pengawasan sebagian tindakan menaliti apakah segala sesuatu telah tercapai atau berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan bertujuan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, mencegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, mengadakana koreksi terhadap ke gagalan yang timbul, dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan. Pengawasan dapat berjalan efektif jika meperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Jalur atau urut-urutan [routing]. Agar pengwasan efektif dan efesien, seorang manajer harus dapat menetapkan jalur atau cara untuk mengetahui di mana kesalahan sering terjadi.
  2. Penetapan waktu [scheduling]. Seorang manjer harus dapat menetapkan kpan pengawasan dilakukan. Pengwasan yang terjadwal terkadang kurang efesien. Pengawasn yang dilakukan secara mendadak ada kalanya lebih berguna dibandingkan pengawasan yang terjadwal.
  3. Perintah pelaksanaan [dispacthing]. Dispacthing merupakan prinsip pengawasan berupa perintah pelaksanaan perintah suatu pekerjaan dengan tujuan agar pekerjaan tersebut dapat selesai tepat pada waktunya. Melalui perintaj ini, dapat dihindari suatu pelaksanaan pekerjaan yang terkantung-kantung sehigga dapat didefinisikan siapa yang berbuat salah.
  4. Tidak lanjut [follow up]. jika kesalahan telah ditemukan, maka pimpinan harus mencari jalan keluar atas kesalahan itu. Pimpinan harus dapat memberi petunjuk kepada bwahan agar keslahan yang sama tidak terulang.

Unsur-Unsur Manajemen

Menurut haringtong Emerson, manajemen mempuyai lima unsur sebgai berikut.

  • Manusia [Men]. Di antara sumber daya yang peroduktif, manusia dianggap paling penting. Keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi tergantung pada manusia. Uang,mesin, bahan, dan metode tidak ada gunanya jika manusia tidak tahu bagiman menggunaanya dengan benar. Untuk alasan ini, perushan bisnis progresif melatih dan memperlakuakankaryawan mereka dengan baik.
  • Uang [Money]. Ung diperlukan dalam menjalankan usaha organisasi. Tanpa uang, tidak mungkin memperoleh bahan dan mesin. Uang juga diperlukan untuk membayar biaya operasional, seperti gaji, listrik, air, dan tagihan motor.
  • Bahan [Materials]. bahan diperlukan dalampenciptaan produk. Misalnya, produksi padi atau jagung, bibit, pupuk, dan petisida merupakan bahan produksi.
  • Mesin [Machines]. Produksi moderen memerlukan penggunaan mesin. Mesin lebih efesien dan ekonomis. Namun, di negara-negara miskin, dengan banyaknya penduduk, pengguaan mesin kurang direkomendasikan dalam produksi barang dan jasa. Alasan utama adalah di negara-negara itu tenaga kerja lebih murah. Selain itu dengan padat karya, angka pengngguran dapat dikurangi.
  • Metode [methods]. Metode sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Metode mengacau pada teknologi atau teknik produksi.

Faktor-Faktor Manajemen

Sering dengan kemajuan ilmu pengatuhan dan teknologi, bidang-bidang manajemen itu dikhususkan berdasrkan tujuan masing-masing. Bidang-bidang manajemen itu antara lain manajemen produksi, majemen pemasaran, manajemen, kuangan manajemen persolina, dan manajemen admiritasi.

Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah rangkaian kegiatan yang terancana dan terkendali dalam rangka mengubah input menjadi output, dan melakukan evaluasi terhadap output malalui umpan baik. Dari penegertian ini terdapat dua hal penting yang mendapat perhatian dalam manajemen produksi, yaitu perancangan sistem produksi dan pengadilan sistem produksi.

Perancangan Sistem Produksi

Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus memper-timbangkan rancngan produk [jasa], volume produksi, proses produksi, lokasi dan tata letak serta rancangan pekerjaan.

  1. Rancangan produk [jasa]. Rancangan produk dipelajari oleh bagian produk untuk mengetahui nerbagai aspek yang berkaitan dengan proses produksi. Contohnya, apakah teknologi yang dimiliki mampu memperoduksi produk yang diusulkan.
  2. Volume produksi. Manajemen harus mempertimbangkan kapsitas produksi yang dimiliki. Contohnya, apakah fasilitas produksi yang dimiliki mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Proses pruduksi. Ketika merancang sistem produksi, manajemen harus mempertimbangkan proses produksi yang paling efesien. Contohnya, apakah proses produksi memerlukan dukungan teknologi baru, atau cukup dengan memodifikasi teknologi yang telah ada.
  4. Lokasi dan tata letak. Setelah proses produksi dipilih, langkah selnajutnya adalh merancang lokasi dan tata letak dari proses produksi. Lokasi dan tata letak didesain sehingga proses produksi efesien. Contohnya, gudang penyimpanan bahan baku dan barang jadi sebaiknya berdekatan dengan lokasi proses produksi.
  5. Rancancangan pekerjaan. Melalui rancangan pekerjaan, ditetapkan cra yang terbaik untuk melaksankan pekerjaan. Pada tahap ini, ditemukan pula para pelaksanaan sistem opersi.

Pengadilan Sistem Produksi

Pengadilan sistem produksi berkaitan dengan dua masalah utama manajemen operasi, yaitu mutu dan persediaan.

  • Pengadilan mutu. Perusahan harus dapat menjaga supaya mtu barang tetap terjamin. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, antara lain mutu bahan baku [input], penggunaan teknologi maju, penetapan tanggal berlakunya produk, dan pengepakan [pengemasan].
  • Manajemen persedian. Berhasil tidaknya perushan mebjual barang bergantung pada ada tidaknya persedian. Oleh karena itu, harus dipikirkan jumlah secra efesien dan efektif. Contohnya, menggunkan penghitung jumlah persedian yang efesien [Economic Order Quantity], peramalan kebutuhan persedian yang cepat, dan mengontrol persedian secra ketat.

Manajemen Pemasran

Philip kotler mendefinisikan pemasaran sebagi proses sosial dan manajerial di mana butuhkan daninginkan malalui penciptaan dan pertukaran prduk dan nilai [Kotler, 2011]. Berdasarkan pengertian pemasaran tersebut, manajemen pemasaran diartikan sebagai kegiatan pengaturan secra optimal dari fungsi pemasaran agar kegiatan pertukaran atau penyampaian barang dari produsen kepada konsumen dapat berjalan lancar dan memuaskan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalm manajemen pemasarn, antara lain adalah riset pasar; segmentasi, targeting, dan positioning; bauran pemasaran, dan kepuasan pelanggan.

  1. Riset pasar. Riset pasar harus benar-benar dilakukan dan sedepat jangan sampai terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan. Riset pasar yang dilakukan berbeda untuk setiap jenis pasar. Contohnya , riset pasar untuk pasar persaingan monopoli akan berbeda dengan riset pasar untuk pasar persaingan sempurna.
  2. Segmentasi, targting, dan positioning. proses pemelihan pasar diawali dengan proses segmentasi, yaitu proses identifikasi sekelompok konsumen homogen yang akan dilayani perushan. Cntohnya, Astra intrenasional membuat mobil yang ditunjukan sebagai kendaran rumah tangga dan niaga. Astra kemudian memilih konsumen menjadi beberapa kelompok pasar yang homogen. Contohnya, keluarga yang menyukai mobil sedan dan keluarga yang menyukai minibus. Pengelompokan segmen psar ke dalam beberapa kelompok homogen inilah yang disebut trageting. Selanjutnya, katakanlah Astra menargetkan untuk melayani pasar kendaraan keluarga jenis minibus. proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah positioning. dalm hal ini, Astra memosisikan kendaraan minibus yang diproduksikanya sebagi kendaran keluarga jenis minibus yang hemat bahan bakar.
  3. Buran pemasaran [marketing mix]. Terdapat empat unsur penting yang perlu diperhatikan perusahan dala memasrkan produknya, yaitu  produk, harga, promosi, dan distribusi.
  4. Kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupaka kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini mengacau pada kepuasan konsumen dalam jangka panjang yang dapat dipenuhi dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu mutu barng, kemudian mendapatkan produk, dan pelayanan purnajual.

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah mendapatkan yang berhubungan dengan langkah untuk mendapatkan dana yag dibutuhkan dan baimana penggunaanya dalam rangka mencapai tujuan. Halhal yang berkaitan dengan manajemen keuangan adalah manajemen sumber dana, manajemen penggunaan dana, dan pengawasan pengguan dana.

Sumber Dana

Sumber dana dapat berasal dari dalam atau luar perusahan.

  • Dana dari dalam perusahan. Perusahan dapt memperoleh dana dari dalam dengan kebijakan menahan pembagian dividen.
  • Dana dari luar perusahan. Perumusan dapat memmperoleh dana dari luar, misalnya dari pasar modal dan pinjaman bank. Dana dari luar perusahan dalam bentuk pinjaman tidak begitumemengaruhi kebijaakan perushan. Konsekuensinya, perumusan harus membayar bunga tanpa terikat dengan laba-rugi yang diperoleh perusahan.

Penggunan Dana

Dana harus digunakan sebaik mungkin agar nilai perusahan semangkin meningkat. Dana tersebut dapat digunakan untuk hal-hal berikut.

  • Penanaman modal jangka pendek yang dapat diwujudkan dalam usaha-usaha yang bersifat sementara, misalnya pembelian surat berharga dan tabungan.
  • Penanaman modal jangka panjang Penanaman modal jangka bersifat permanen misalnya pembangunan gedung bertingkat atau pemberian pinjaman dengan jangaka waktu pengembilan lebih dari stu tahun.

Pengawasan Penggunaan Dana

Dana yang digunakan harus diawasi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapakan. Kesalahan penggunaan dana dapat mengakibatkan kerugian perusahan. Oleh karena itu, perushan sebaiknya menetapkan pola penggunaan dana yang disertai pola pengawasnya.

Manajemen Personalia

Manajemen personalia adalah perecanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengadilan atas pengadaan tenaga kerja, pengebangan, kompensasi, integasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja [PHK] dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perseorangan. Hal-hal yang berhubungan dengan manajemen personalia antara lain sebagai berikut.

Penerimaan pegawai

Langkah-langkah yang diperlukan pada penerima pegawai adalah sebagi berikut.

  1. Analisis jabatan. Dengan melakukan analisis jabatan akan diketahui kriteria orang akan ditempatkan atau diseleksi.
  2. Seleksi penerimaan pegawai. Seleksi penerimaan pegawai digunakan untuk memastikan orang yang tepat untuk mengisi suatu jabatan.
  3. Pelatihan dan pendidikan. Pelatihan memungkinkan seseorang memiliki pengatuhan atau keterampilan untuk menduduki suatu posisi.

Penilaian Pegawai

Pegawai sebagai bagian dari perusahan harus dinilai atas prestasi dan kemampuanya dalam melakukan pekerjaan. penilaian harus didsarkan atas sikap objektif.

Promosi dan Mutasi

Proses penilaian pegawai dapat menjadi dasr beberapa kemungkinan tindaka berikut.

  • Memberhentikan. Tindakan ini terpaksa dilakukan karen yang bersangkuatan tidak layak menjadi pegawai suatu perushan. Memberhentikan seseorang harus di sertai alasan yang jelas dan masuk akal. Sebelum diberhentikan, pegawai yang bersngkutan sebaiknya terlebih dahulu diberi peringatan.
  • Dipindahkan ke lingkup pekerjaan yang lebih sempit. Tindakan didasri penilaian -penilaian bahwa seorang dianggap tidak mampu mengisi janatan yang lingkupnya lebih luas.
  • Dipindahkan ke jabtan lain. Tindakan ini dilakukan keran seseorang tidak cocok menangani pekerjaanya, sehingga dipindahkan ke posisi baru yang masing satu level.
  • Promosi. Promosi adalah pemberian kepercayaan kepada seseoran untuk meduduki jabatan yang lebih tinggi.

Motivitasi

Menurut George terry, salah satu fungsi manajemen adalh actuating [penggerakan] yang yeng merupakan suatu langkah agar anggota mau bekerja dengan maksimal [Singla,2009]. Untuk tujuan tersebut, seseorang perlu diberi motivitas, mislanya memberi penghargaan atas prestasinya, pujian,dan kepastian pengembangan diri pada perusahan.

Manajemen Administrasi

Manajemen adminitrasi meberi perhatian pada pemberian layanan di bidang adminitrasi, penggunaan alat yang efektif, dan kemudahan pada bidang lain Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut.

  • Pengadministrasian kegiatan. Organisasi berukuran besar mempunyai kegiatan yang sangant banyak dan beragam sehingga perlu pengadministrasi yang terpadu misalnya, dalam hal data kepegawaian., hubungan ke luar, hubungan dengan pemerintah, maupun hubungan jaringan komputer pusat dengan bagian-bagian lain.
  • Pemakaian alat-alat perkantoran. Pemakaian alat-alat kantor harus efektif dan efesien agar menunjang kemajuan organisasi.
  • Pemeliharan organisasi. Manajemen adminitrasi harus dapat meyediakan informasi yang dibutuhkan, misalnya data akuntasi untuk mengambil keputusan ekonomi. Agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan, manajemen adminitrasi harus melakukan pengarsipan yang baik.

Penerapan Fungsi Manajemen Dalam Kegiatan Sekolah Di Bidang Osis

Osis, kependekan dari organisasi siswa intra sekolah, merupakan satu-satunya wadah kegiatan siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinan yang lain untuk mendukung tercapainya pembina kesiswaan. Untuk mewujudkan fungsinya sebgai wadah kegiatan siswa, osis harus selalu bersama-sama dengan jalur yang alin dalam mengadakan latihan kepimpinan, ekstrakulikuler, dan wawasan wiyatamandala.

Sebagai sebuah orgnisasi, osis mempunya beberapa tujuan utam sebagai berikut.

  1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat siswa dalam satu wadah yang bebas dari pengruh negatif.
  2. Mendorong sikap, jiwa, dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa sehingga timbulkebanggan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.
  3. Tempat dan sarana berkomunikasi, menyapaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, wawasan, dean pengambilan keputusan.

Selain itu, osis juga memilki sejumlah perangkat, yaitu dewan pembina, perwakilan kelas, dan pengurus Osis.

  • Dewan pembina terdiri atas kepal sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, kordinator pembina, dan guru sebagai anggota.
  • Pengurus Osis yang meliputi ketua I dan II, sekertaris I dan II, bendahara I dan II, serta sejumlah seksi. Contohnya, seksi ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, seksi berkehidupan berbangsa dan bernegara, serta seksi keterampialan dan kewiraswastaan.
  • MPK [musyawarah perwakilan kelas] yang terdiri dari siswa yang ditunjuk mewakili kelasnya. Anggota perwakilan kelas memiliki sejumlah kelas, mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan progam kerja Osis, memilih pengurus Osis, dan menilai laporan pertanggungjawabkan pengurus Osis pada akhir masa jabatan.

Dalam kegiatan Osis, fungsi manajemen harus diperhatikan. Contohnya, Osis berencana melakukan kegiatan penghijauan sekitar sekolah. Dalam perancanaan tersebut, beberapa pertanyaan mendasr harus dijawab. Contohnya, latar belakang kegiatan, tujuan kegiatan, tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan, peserta kegiatan, dan prksis pelaksanaan kegiatan.

Setelah perencanaan tersusun dengan matang, pengurus Osis perlu menerapakan fungsi pengorganisasian dengan cara membentuk panitia dalam pembagian tugas yang jelas. Pembagian tugas yang jelas tentu akan memudahkan pelaksanaan kegiatan. Dalam pelaksanaan orang-orang yang terlibat digerakan untuk bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksnaan sesuai dengan rencana, mencegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar para siswa pertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan  ,mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang ditimbul, dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan.

 

Demikian Pembahasan Tentang Pengertian Manajemen, Fungsi, Unsur, Faktor dan Penerapannya dari Pendidikanmu
Rate this post