Jari-Jari Atom: Pengertian, Sejarah, Jenis dan Cara Mengukur

5/5 (1)

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Jari-Jari Atom? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, sejarah, jenis dan cara mengukur.

Jari-Jari Atom: Pengertian, Sejarah, Jenis dan Cara Mengukur

Pengertian Jari-Jari Atom

Jari-Jari Atom merupakan sebuah jarak antara elektron terluar dengan inti atom. Jari-jari atom menunjukkan ukuran suatu atom. Satuan yang biasa digunakan untuk jari-jari atom adalah angstrom (Å) yang mana 1Å sama dengan 10−10 meter. Jari-jari atom merupakan salah satu sifat periodisitas unsur. Kecenderungannya merupakan nilainya menurun dalam tabel periodik dari kiri ke kanan dan meningkat dari atas ke bawah.


Sejarah Jari-Jari Atom

Pada 1920, ditemukan metode menghitung ukuran atom dengan menggunakan kristalografi sinar X, yang hasilnya ditemukan bahwa semua atom dari unsur yang sama memiliki jari-jari yang sama. Namun, pada tahun 1923, ketika data kristal lebih banyak didapat, ditemukan bahwa jari-jari atom tidak selalu sama pada atom yang sama dalam struktur kristal yang berbeda.


Jenis-Jenis Jari-Jari Atom

Dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis jari-jari atom, antara lain:


1 Jari-Jari Kovalen

Jari-jari kovalen adalah jari-jari atom yang memiliki jenis elemen ikatan kovalen. Umumnya terdiri dari unsur bukan logam. Jarak yang dapat diukur menggunakan jari-jari kovalen adalah setengah jarak antara dua inti atom yang saling berdekatan dalam kristal.


2 Jari-Jari Logam

Jari-jari logam adalah jari-jari atom yang digunakan untuk mengukur jari-jari beberapa elemen yang termasuk dalam unsur logam. Jari-jari logam merupakan setengah jarak antar inti atom terdekat pada kristal logam.


3. Jari-Jari van der Waals

Jari-jari van der Waals adalah jari-jari atom yang digunakan untuk inti atom unsur yang tidak saling mengikat. Contohnya adalah pada gas mulia salah satunya helium.


Kecenderungan Jari-Jari Atom dalam Tabel Periodik

Jari-Jari Atom dalam Tabel Periodik

Pola kecenderungan jari-jari atom tergantung dari jenis jari-jari atom mana yang ingin kita ukur – tapi pada prinsipnya pola seluruhnya sama.

Diagram-diagram di bawah ini menunjukkan jari-jari logam untuk elemen-elemen logam, jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang membentuk ikatan kovalen dan jari-jari van der Waals untuk elemen-elemen yang tidak membentuk ikatan (misalnya unsur gas mulia).


  • Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golongan

Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golongan

Kita dapat segera memperkirakan bahwa jari-jari atom pada golongan yang sama akan semakin besar jika letak atom itu pada tabel periodik semakin di bawah. Alasannya cukup kuat – karena kulit elektron semakin bertambah.


  • Kecenderungan jari-jari atom menyusur satu periode

Kita perlu mengabaikan jari-jari gas mulia pada setiap periode. Karena neon dan argon tidak membentuk ikatan, kita hanya dapat mengukur jari-jari van der Waals – di mana ikatannya sangatlah lemah. Seluruh atom-atom lainnya jari-jari atom diukur berdasarkan jarak yang lebih kecil dikarenakan oleh kuatnya ikatan yang terbentuk. Kita tidak dapat membandingkan “suatu sifat yang sama” jika kita mengikutsertakan gas mulia.


  • Kecenderungan jari-jari atom pada satu periode

Kecenderungan jari-jari atom pada satu periode

Dari litium ke flor, elektron seluruhnya berada pada level dua, yang dihalangi oleh elektron pada 1s2. Peningkatan jumlah proton pada nukleus seiring dengan menyusurnya periode akan menarik elektron-elektron lebih kuat. Kecenderungan pada energi ionisasi yang naik turun tidak kita temui pada radius atom.

Pada periode dari Natrium ke Klor, kita juga akan menemukan kecenderungan yang sama. Besar atom dikontrol oleh elektron-elektron pada tingkat ke 3 yang tertarik semakin dekat ke nukleus seiring dengan meningkatnya jumlah proton.


  • Kecenderugan pada elemen-elemen transisi

Walaupun pada awal dari elemen-elemen transisi, jari-jari atom sedikit mengecil, besar jari-jari atom hampir seluruhnya sama.

Dalam hal ini, besar dari jari-jari atom ditentukan oleh elektron-elektron 4s. Penarikan karena naiknya jumlah proton pada nukleus berkurang karena adanya penghalang tambahan yaitu bertambahnya elektron-elektron pada orbital 3d.

Memang hal ini agak sedikit membingungkan. Kita telah mempelajari bahwa orbital-orbital 4s memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada 3d – di mana kebalikannya elektron akan menempati 4s sebelum 3d. Artinya, elektron-elektron 4s dapat kita simpulkan berada pada luar atom dan menentukan besarnya atom. Hal ini juga berarti orbital 3d berada lebih dekat dengan nukleus daripada 4s dan berperan sebagai penghalang.


Faktor yang Mempengaruhi Panjang Jari-Jari Atom

Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi panjang jari-jari atom, antara lain:


1. Jumlah kulit atom

Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki suatu atom, maka otomatis jari-jari atomnya juga makin panjang. Jari-jari atom Natrium lebih panjang daripada jari-jari atom Litium, karena jumlah kulit yang dimiliki atom Natrium lebih banyak daripada atom Litium.


2. Muatan inti atom

Bila jumlah kulit dari dua atom sama banyak, maka yang berpengaruh terhadap panjangnya jari-jari atom adalah muatan inti atom. Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom. Dalam tabel periodik bisa diamati bahwa:

  1. Jari-jari atom dalam satu periode dari kiri kekanan makin pendek, sedangkan jari-jari atom unsur segolongan dari atas kebawah makin panjang. Hal ini dapat dijelaskan bahwa kecenderungan tersebut diakibatkan oleh adanya gaya tarik inti terhadap elekltron dan jumlah kulit elektron.
  2. Dalam satu periode dari kiri ke kanan muatan inti makin bertambah, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap, akibatnya gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat sehingga menyebabkan jarak elektron kulit terluar dengan inti makin dekat.
  3. Dalam satu golongan makin kebawah jumlah kulit makin banyak meskipun dalam hal ini jumlah muatan inti makin banyak, tetapi pengaruh bertambahnya jumlah kulit lebih besar daripada pengaruh muatan inti, akibatnya jarak elektron kulit terluar terhadap inti makin jauh.

Tabel-Nilai-Nilai Jari-Jari Atom

nomorsimbolnamajari-jari
empiris †hasil perhitunganvan der Waalskovalen
1Hhydrogen255312037
2Hehelium3114032
3Lilithium145167182134
4Beberyllium10511290
5Bboron858782
6Ccarbon706717077
7Nnitrogen655615575
8Ooxygen604815273
9Ffluorine504214771
10Neneon3815469
11Nasodium180190227154
12Mgmagnesium150145173130
13Alaluminium125118118
14Sisilicon110111210111
15Pphosphorus10098180106
16Ssulfur10088180102
17Clchlorine1007917599
18Arargon717118897
19Kpotassium220243275196
20Cacalcium180194174
21Scscandium160184144
22Tititanium140176136
23Vvanadium135171125
24Crchromium140166127
25Mnmanganese140161139
26Feiron140156125
27Cocobalt135152126
28Ninickel135149163121
29Cucopper135145140138
30Znzinc135142139131
31Gagallium130136187126
32Gegermanium125125122
33Asarsenic115114185119
34Seselenium115103190116
35Brbromine11594185114
36Krkrypton88202110
37Rbrubidium235265211
38Srstrontium200219192
39Yyttrium180212162
40Zrzirconium155206148
41Nbniobium145198137
42Momolybdenum145190145
43Tctechnetium135183156
44Ruruthenium130178126
45Rhrhodium135173135
46Pdpalladium140169163131
47Agsilver160165172153
48Cdcadmium155161158148
49Inindium155156193144
50Sntin145145217141
51Sbantimony145133138
52Tetellurium140123206135
53Iiodine140115198133
54Xexenon108216130
55Cscaesium260298225
56Babarium215253198
57Lalanthanum195169
58Cecerium185
59Prpraseodymium185247
60Ndneodymium185206
61Pmpromethium185205
62Smsamarium185238
63Eueuropium185231
64Gdgadolinium180233
65Tbterbium175225
66Dydysprosium175228
67Hoholmium175
68Ererbium175226
69Tmthulium175222
70Ybytterbium175222
71Lulutetium175217160
72Hfhafnium155208150
73Tatantalum145200138
74Wtungsten135193146
75Rerhenium135188159
76Ososmium130185128
77Iriridium135180137
78Ptplatinum135177175128
79Augold135174166144
80Hgmercury150171155149
81Tlthallium190156196148
82Pblead180154202147
83Bibismuth160143146
84Popolonium190135
85Atastatine
86Rnradon120145
87Frfrancium
88Raradium215
89Acactinium195
90Ththorium180
91Paprotactinium180
92Uuranium175186
93Npneptunium175
94Puplutonium175
95Amamericium175
96Cmcurium
97Bkberkelium
98Cfcalifornium
99Eseinsteinium
100Fmfermium
101Mdmendelevium
102Nonobelium
103Lrlawrencium
104Rfrutherfordium
105Dbdubnium
106Sgseaborgium
107Bhbohrium
108Hshassium
109Mtmeitnerium
110Dsdarmstadtium
111Rgroentgenium
112Uubununbium
113Uutununtrium
114Uuqununquadium
115Uupununpentium
116Uuhununhexium

Cara Mengukur Jari-Jari Atom

Tidak seperti halnya bola, sebuah atom tidak memiliki jari-jari yang tetap. Jari-jari atom hanya bisa didapat dengan mengukur setengah dari jarak antara dua buah atom yang berapitan.

Pada atom yang sama kita bisa mendapatkan jari-jari yang berbeda tergantung dari atom yang berapitan dengannya. Kedua atom ini saling menarik satu sama lain sehingga jari-jarinya lebih pendek dibandingkan jika mereka hanya bersentuhan. Hal ini kita dapatkan pada atom-atom logam di mana mereka membentuk struktur logam atau atom-atomnya secara kovalen berikatan satu sama lain. Tipe dari jari-jari atom seperti ini disebut jari-jari (radius) logam atau jari-jari kovalen, tergantung dari ikatannya.

Tipe dari jari-jari atom yang lain dinamakan jari-jari (radius) van der Waals di mana terjadi daya tarik yang lemah di antara kedua atom tersebut.


Demikian Pembahasan Tentang Jari-Jari Atom: Pengertian, Sejarah, Jenis dan Cara Mengukur dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

Please rate this