Materi Keanekaragaman Hayati Lengkap

5/5 (1)

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Keanekaragaman Hayati? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, tingkat, jenis, ancaman, upaya dan manfaatnya.

Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkat, Jenis, Ancaman, Upaya dan Manfaatnya

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Jika kamu menemukan banyak persamaan dalam satu spesies yang sejenis, maka tingkat keanekaragamanya adalah keanekaragaman hayati tingkat gen. Jika kamu menemukan sedikit perbedaan pada makhlauk hidup yang berbeda, maka tingkat keanekaragamanya adalah keanekaragaman hayati tingkat jenis. Kemudian, jika kamu menemukan banyak perbedaan pada tingkatan ekosistem, maka tingkat keanekaragamanya adalah keanekaragaman hayati tingkat ekosistem.

Pengertian keanekaragaman hayati itu sendiri adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma spesies atau seluruh planet.


A. Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati

Berdasarkan contoh dan penjelasan di atas, kamu sudah mengenal berbagai tingkat keanekaragaman hayati, yaitu keanekaragaman hayati tingkat gen, keanekaragaman hayati tingkat jenis, dan keanekaragaman hayati tingkat ekosistem.

Sebelum mempelajari lebih lanjut lagi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati ini, berikut tingkat keanekaragaman hayati dibagi beberapa, diantaranya:


1. Keanekaragaman hayati tingkat gen

Dalam satu spesies mangga terdapat aneka macam mangga, baik bentuknya, warnanya, rasanya, dan lain-lain. Tentu saja tidak hanya ini contoh keanekaragaman tingkat gen, masih banyak contoh-contoh lain keanekaragaman hayati tingkat gen yang ada di dunia, misalnya tanaman bunga mawar yang berwarna- warni, dan merah, putih, kuning, ada juga pada ayam, ada ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, ayam cemani, dan lain-lain.

Semua makhluk hidup dalam satu spesies atau jenis memiliki perangkat dasar pentusun gen yang sama. Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunya sama, tetapi susunanya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.


2. Keanekaragaman hayati tingkat jenis

Jika keanekaragaman hayati tingkat gen dilihat pada tingkat spesies, maka keanekaragaman hayati tingkat jenis ini dilihat pada tingkat famili. Misalanya tanaman-tanaman pada famili Aracaceae seperti tumbuhan kelapa, aren, nipah, dan pinang. Contoh yang lain adalah tanaman-tanaman dari famili Fabacaea atau jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau. Selain, itu, contoh dari famili Felidae seperti ucing, harimau, singa, dan ceetah. Sementara untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, kamau dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalanya bentuk dan ukuran tubuh, warna, kebiasaan hidup, dan lian-lain.


3. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

Keanekaragaman tingkat ekosistem ini dapat kamu lihat pada tingkat bioma. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem ini dipengaruhi oleh adanya variasi ikim, kondisi geologis, faktor fisik, dan kimia tanah.

Beberapa macam ekosistem yang ada di dunia antara lain sebagai berikut:


a. Ekosistem Lautan

Diantaranya:

1) Ekosistem laut dalam

2) Ekosistem pantai

  • Ekosistem pantai pasir dangkal
  • Ekosistem terumbu karang
  • Ekosistem pantai karang
  • Ekosistem pantai lumpur

b. Ekosistem Darat

Diantaranya:

1) Ekosistem vegetasi dataran rendah

  • Hutan bakau
  • Ekosistem tepi pantai
  • Ekosistem hutan sagu
  • Ekosistem rawa gambut

2) Ekosistem Vegetasi dataran tinggi

  • Ekosistem Vegetasi hutan peggunungan
  • Ekosistem padang rumput pegunungan
  • Ekosistem tabing batu
  • Ekosistem padang rumput rawa
  • Ekosistem padang rumput Alpin

3) Ekosistem datar suksesi

Merupakan ekosistem yang berkembang setelah terjadinya perubahan suatu ekosistem, baik karena faktor alam ataupun karena kegiatan manusia.


c. Ekosistem Buatan

  • Waduk
  • Hutan tanaman
  • Agroekosistem, Agroekosistem merupakan ekosistem buatan berupa daerah pertanian. Contoh: sawah tadah hujan, sawah irigasi, sawah rawa, sawah pasang surut, sawah daerah banjir <surjan>, kolam, tambak, perkebunan, dan ladang.

B. Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Berdasarkan gambar dan keterangan di atas, kamu menjadi tau bahwa Indonesia, negara kita tercinta ini mempunyai keanekaragaman hayai yang sangat kaya dan unik. Di negri kita tersimpan megabiodiversitas yang menakjubkan. Semuanya ada di seluruh Nusantara, tersebar dari Sabang Sampai Merauke. Flora dan fauna yang ada di Indonesia sangat beragam, kaya, dan unik. Selain itu, keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia juga berupa mikrookarganisme yang beragam. Keunikan-keunikan keanekaragaman hayati di Indonesia juga terjadi pada tingkat gen, tingkat jenis, dan tingkat ekosistem.

Selain contoh di atas, masih banyak lagi flora fauna yang unik. Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Sebanyak 5.131.100 keanekaragaman hayati di dunia, 15,3%- nya terdapat di Indonesia. Luar biasanya, keanekaragaman hayati Indonesia banyak yang berpontesi untuk di jadikan obat dan beragam manfaat lain. Potensi hayati yang luar biasa ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.


1. Flora di Indonesia

Flora yang ada di Indonesia sangat melimpah. Semua dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Beberapa contoh flora yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut:


a. Flora bahan pokok

Diantaranya:

  • Arenga pinnata <aren atau enau>
  • Artocarpus alitilis <sukun>
  • Borassus flabeliber <lontar>
  • Metroxylon sagu <sagu>
  • Musa paradisiaca <pisang>
  • Nelumbo nucifera <teratai>
  • Coix lacryma <jali>
  • Corypha utan <gebang>
  • Secale cereale <gandum hitam>
  • Eleusine coracana
  • Eugeissona utilis
  • Manihot esculenta <singkong>
  • Zea masy <jagung>
  • Nypa fruticans <nipah>
  • Oryza sativa <padi>
  • Sacharum officinarum <tebu>
  • Setaria italica <jewawut>

b. Flora biofule

Yang termasuk florabiofel antara lain sebagai berikut:

  • Aleurites moluccana <kemiri>
  • Glycine max <kedali>
  • Helianthus annus <bunga matahari>
  • Ceriba pentandra <kapuk>
  • Arachis hypogaea <kacang tanah>
  • Jatropha curcas <jarak pagar>
  • Cinnamomum burmanni <kayu manis>
  • Richinus communis <jarak kepyar>
  • Cocos nucifera <kelapa>
  • Elaeis guineensis <kelapa sawait>
  • Anacardium accidentale <jambu monyet>

c. Biopestisida

Yang termasuk flora biopestisida antara lain sebagai berikut:

  • Aglaia odorata <daun pacar cina>
  • Carica papaya <pepaya>
  • Curcuma xanthorrhiza <temulawak>
  • Cosmos caudatus <kenikir>
  • Cymbopogon wintereianus <serai wangi>
  • Cuminum cyminum <jinten>
  • Brucea javanica <kwalot, buah makasar>
  • Dioscorea hispada <gadung>
  • Chry santhemum cinerariaefolium <bunga karisan>

d. Flora buah-buahan

Yang termasuk flora buah-buahan antara lain sebagai berikut:

  • Citrus maxima <jeruk besar>
  • Syzygium jambos <jambu air mawar>
  • Citrus reticulata <jeruk keprok>
  • Baccaurea dulcis <kupa>
  • Durio dulcis <durian merah>
  • Baccaurea motleyana <rambai>
  • Garcina dulcis <mundu>
  • Bouea macrophyll <gandari>
  • Stelechocarpus burahol <kapel>

e. Flora identitas

Yang termasuk flora identitas provisi antara lain sebagai berikut:

  • Amorphophallus titanum <bunga bangkai>
  • Cananga odorata <kenanga>
  • Coelogyros pandurata <anggrek hitam>
  • Cyrtostachys renda <pinang merah atau plam lipstik>
  • Diospyros macrophylla <kayu hitam>
  • Diospyros celebica <eboni>
  • Elmerrillia oualis <kasturi>
  • Mangifera casturi <kasturi>
  • Mirabilis jalapa <bunga pukul empat sore>

f. Flora kacang-kacangan

Yang termasuk flora kacang-kacangan antara lain sebgai berikut:

  • Abelmoschus esculentus <okra>
  • Cajanus cajan <kacang gude>
  • Canavalia ensiformis <kacang parang>
  • Clitoria laurifolia <lengket-lengket>
  • Desmodium heterocarpum <rumput kerbau>
  • Mac roptilium lathyroides <kacang batang>
  • Phaseolus oulgaris <buncis>
  • Phaseolus lunatus <kacang merah>
  • Pisum satioum <kapri>

g. Flora pemansi alami

 Yang termasuk flora pemanis alami antara lain sebagai berikut:

  • Rubus nioeus <balckberry, raspberry>
  • Stevia rebaudiana <stevia atau daun manis>
  • Vitis flexuosa <kacang parang>

h. Flora pewarna alami

Yang termasuk flora pewarna alami antara lain sebagai berikut:

  • Albizza lebbekoides <terisi>
  • Ananas comosus <nanas>
  • Anglica acutiloba <ganti>
  • Arcangelisia flava <tali kuning atau daun bulan>
  • Artocarpus heterophylla <nangka>
  • Bischofia javanica <gintung>
  • Bixa orellana <batang kesumba>
  • Caesalpinia sappan <secang sapan>
  • Camelia sinensis <teh>

i. Flora pupuk

Yang termasuk flora pupuk antara lain senagai berikut:

  • Azadirachta indica <mimba, kayu bawang>
  • Alzolla pinnanta <mata lele>
  • Calopogonium mucunoides <kaloponigium>
  • Aeschynomene americana <tali kuning atau daun bulan>
  • Canavalia gladiata <karang pedang>

Masih banyak lagi jenis flora yang ada di Indonesia kita harus bangga terhadap bangsa kita yang kaya ini. Kebanggaan itu haruslah kita jaga dengan tetap terus melestarikan semua jenis flora yang ada di indonesia.


2. Fauna di Indonesia

a. Jenis-jenis fauna di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman jenis fauna yang kaya, taksiran jumalah jenis fauna di Indonesia adalah sebagai berikut:


  1. Hewan menyusui:300 jenis
  2. Burung: 7.500 jenis
  3. Reptil: 2.500 jenis
  4. Amfibi: 1.000 jenis
  5. Ikan: 8.500 jenis
  6. Keong: 20.000 jenis
  7. Serangga: 250.000 jenis

b. Tipe-tipe keanekaragam  fauna di Indonesia

Indonesia memiliki beberapa tipe keanekaragaman fauna, yaitu sebagai berikut:


1. Tipe oriental

Tipe oriental terdapat di Indonesia bagian barat, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Di wilayah ini terdapat spesies mamalia berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, dan badak. Terdapat berbagai jenis primata, misalnay monyet, kera, orang utan, dan tarsius.


2. Tipe australian

Tipe australian terdapat di Indonesia bagian timur, termasuk maluku dan Papua. Mamalia di wilayah ini bertubuh kecil. Terdapat hewan berkatong, misalnay kangguru dan kusku. Terdapat burung berbulu indah, misalnya cendrawasih dan  betet.


3. Tipe peralihan

Tipe peralihan meliputi daerah Sulawesi, Lombok, Nusa Tenggara. Disebut daerah peralihan karena hewan hewan yang ada merupakan peralihan antara tipe oriental dan australian, misalnya maleo, anoa, tarsius, dan babi rusa.


3. Fauna endimis 

Indonesia mempunyai fauna endimis tertinggi di dunia. Endimis artinya hanya ada di situ wilayah dan tidak ada di wilayah lain. Contoh fauna endimis yaitu sebagai berikut:

  • siamang dan orang utan terdapat di Sumatera
  • Macan tutul jawa, badak bercul satu, banteng, terdapat di Jawa.
  • Kera belanda, burung rangkong terdapat di Kalimantan.
  • Anoa, babi rusa, burung maleo terdapat di Sulawesi.
  • Komodo terdapat di pulau Komodo.
  • Burung cendrawasih terdapat di Papua.

Jika ada fauna endimis, berati ada juga flora endimis.Flora endimis yang terdapatdi Indonesia antara lain sebagai berikut:

  • Bunga bangakai dan bunga raflesia arnoldi terdapat di Sumatera.
  • Anggrek hitam terdapat di kaimatan.
  • Kayu eboni terdapat di Sulawesi.
  • Kayu cendana terdapat di Nusa Tenggara.
  • Matoa dan sagu terdapat di Papua.

2. Garis Wallace, garis Weber, keunikan hutan hujan tropis, pesisir, dan laut

a. Garis Wallace garis weber

Alfred Russel Wallace sang penemu garis Wallace ini mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan hewan di Indonesia bagian barat dengan hewan di Indonesia bagian timur. Batasnya dimulai dari Selat Lombok samapai ke selat Makassar. Oleh sebab itu, garis batas nya dinamakan garis Wallace. batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan dari Asia ke Indonesia.

Kawasan Wallace: meliputi wilayah pulau Sulawesi, kepulauan Maluku, sumaba, Sumbawa, Lombok dan Timor. Memiliki hewan-hewan khas <terutama di pulau Slawesi> tidak sama dengan hewan oriental dan hewan Australia, misal: Anoa, burung Mako, Kera hitam. Selain itu, seorang peneliti berkembangsaan jerman bernam weber, berdasarkan penelitianya tentang penyebaran fauna di Indonesia, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke Indonesia bagian timur. Garsi batas tersebut dinamakan garis weber.

Berdasarkan garis wallace dan garis weber, flora dan fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 tipe yaitu: Asiatis atau oriental, Australia, dan peralihan.


b. Keunikan Hutan Tropis, pesisir, dan laut Indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya, subur, dan mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat menakjubakan. Berbagai tempat seperti hutan hujan tropis, pesisir, dan laut dihuni oleh spesies-spesies unik yang mengagumkan.

Hutan hujan tropis adalah bioma beruba hutan yang selalu basah atau lembab. Hutan hujantropi yang selalu basah atau lembab. Hutan hujan tropis merupakan vegestasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membetuknya, maupun dalam tingginya nilai sumber daya lahan<tanah, air, cahaya matahari.

yang dimilikinya. Pesisir merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut, sementara laut merupakan bagian permukaan bumi yang tertutup air asin.

Pada hutan tropis, pesisir, dan laut tersimpan keanekaragam hayati yang sangat unik dan beragam. Beraneka ragam tubuh-tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tersebut. Indonesia mempunyai hutan hujan tropis, pesisir, dan laut yang banyak. Setiap daerah tersebut mempunyai ciri khas masing-masing.


B. Ancaman terhadap keanekaragaman hayati

Berdasarkan informasi di atas, kamu dapat mengetahui bahwa keanekaragaman hayati dapat terancam. Keanekaragaman hayati dapat mengalami kerusakan ataupun kepunahan.

Ancaman terhadap keanekaragaman hayati bersal dari manusia. Pola konsumsi, peningkatkan populasi, pembalakan hutan, kebakaran, perburuan yang berlebihan <overhunting> merupakan hal-hal yang menyebabkan kerusakan terhadap keanekaragaman hayati.

Ancaman terhada keanekaragaman hayati juga hampir pasti mengancam populasi manusia karena manusia bergantung pada lingkungan alami untuk bahan baku, makanan, obat, obatan, bahkan untuk air minum.


1. penebangan liar <Illlegal logging> dan pengunduhan hutan

Penebangan liar dan penggundulan hutan merupakan perilaku negatif manusia yangdapat merusak keanekaragaman hayati. Perilaku tersebut akan menghilangkan habitat yang nyaman bagi makhluk hidup yang ada di hutan. Lama-kelamaan makhluk hidupyang mendiami hutan tersebut akan punah karena tempat untuk mempertahankan hidupnya di rusak oleh manusia. Penebangan liar dan penggudulan hutan memicu adanya global warming atau pemanasan global. Tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan yang mempu menyerap karbon dioksiada dan menghasilakan oksigen untuk kesegaran udara di bumi.


2. Pencemaran Lingkunagan

Pencemaran lingkungan banyak di timbulkan oleh beberapa hal yang dilakukan oleh manusia, misalnya asap kendaraan bermotor akan mencemari udara, penggunaan pestisida akan mencemari air dan tanah, membuang sampah ke sungai akan mencemari sungai, dan lain-lain.


3. Penambangan liar

Kegiatan manusia yang lain juga dapat merusak keanekaragaman hayati adalah penambangan liar. Penambangan liar ini adalah penambangan yang tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan yang nantinya dapat terjadi. Kegiatan penambangan akan menyebabkan rusaknya lapisan-lapisan tanah dan menghilangkan habitat alami beberapa makhluk hidup. Selain itu kegiatan penambangan juga akan menghasilakan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup.


4. Perburuan liar

Perburuan liar terhadap satwa-satwa untuk diambil bagian-bagian tertentu tubuhnya juga akan menyebabkan kerusakan pada keanekaragaman hayati, yaitu punahnya satwa yang bersangkutan.Misalnya perburuan harimau untuk diambil kulitnya, perburuan gajah untuk diambil gadingnya, perburuan kijang untuk diambil tanduknya, dan lain-lain.

Setelah mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan jika manusia melakukan hal-hal negatif terhadap keanekaragaman hayati, maka sudah seharusnya sejak dari sekarang kita sudah mengambil peran untuk tidak ikut-ikutan melakukan hal-hal tersebut atau diberi nasihat terhadap masyarakat yang belum sadar agar janangan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak keanekaragaman hayati.


C. Upaya Pelestarian keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati sangat bermanfaat terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia harus selalu berupaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati.


D. Manfaat Keanekaragaman Hayati

Sebelum mengetahui berbagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati tersebut, kenalilah dahulu manfaat-manfaat dari keanekaragaman hayati, sebagai berikut:


a. Manfaat dalam Ekonomi

  1. Tumbuhan dimanfaatkan kayunya, misalnya untuk diekspordan menghasilkan devisa negara.
  2. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sebagai sumber makanan yang mengandung karborhidrat, protenin, dan vitamin.
  3. Beberapa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai obat obatan dan kosmetika.
  4. Beberapa hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan untuk kegiatan industri.
  5. Budidaya perikanan merupakan sumber ekonomi yang tinggi.

b. Manfaat dalam Ekologi

  1. Hutan hujan tropis merupaka paru-paru bumi.
  2. Hutan hujan tropis menurunkan kadar karbon dioksida <co2> di atmosfer, yang berati dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca
  3. Hutan hujan tropis dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan kelambapan udara.
  4. Keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem.

c. Manfaat dalam Formasi

  1. Keanekaragaman hayati digunakan sebagai obat-obatan, baik obat-oabatan tradisional maupun obat obatan moderen.
  2. Sumber daya tahan liar, hewan, dan mikroorganisme juga sangat penting dalam pencarian bahan-bahan aktif bidang kesehatan.

d. Manfaat dalam Ilmu dan pengetahuan

Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Masih banyak yang bisa dipelajari tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati secara lebih baik, bagaiman menjaga dasar genetik dari sumber daya hayati yang terpakai, dan bagaimana untuk merehabilitasi ekosistem yang terdegradasi.


  • Pelasatarian secara in situ

Pelastarian secara in situ yaitu pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di tempat hidup aslinya <habitatnya>. contoh: taman nasioanal dan cagar alam.

  • Pelestarian secara ex situ 

Pelestarian secara ex situ yaitu pelestarian keanekaragaman hayati <tumbuhan dan hewan> dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain. Contoh: kebun koleksi, kebun plasma nutfah, kebun botani, kebun raya, kebun binatang.


Daftar Pustaka:

Buku IPA Kelas VII Semester II SMP/MTS


Demikian Pembahasan Tentang Materi Keanekaragaman Hayati Lengkap dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya:

Please rate this