Lapisan Atmosfer

5/5 (2)

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Lapisan Atmosfer? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, fungsi dan urutan.

Pengertian Lapisan Atmosfer, Fungsi dan Urutan Lapisan Atmosfer

Pengertian Lapisan Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang melingkupi bumi secara ekstensif. Di antara komponen yang diperoleh dalam atmosfer yakni nitrogen, oksigen, karbon dioksida dan argon. Keempat komponen tersebut menduduki 99,97% kapasitas atmosfer.

Atmosfer menjaga bumi dari pemancaran Matahari pada siang hari dan kikisnya panas yang melampaui pada malam hari. Apabila tidak terdapat atmosfer temperatur bumi akan bertambah samapi 93,3°C pada siang hari dan melingsir sampai -148,9 °C pada saat malam hari.

Atmosfer juga berfungsi sebagai penangkal meteor yang akan lingsir ke bumi. Meteor yang beranjak menuju bumi bahkan dahulu harus melalui atmosfer dengan kelajuan 60 sampai 70 km/detik. Tabrakan antara meteor dan atmosfer menimbulkan berlangsugnya panas sampai-sampai memusnakan meteor sebelum jatuh ke bumi.


Fungsi Lapisan Atmosfer

Terdapat tujuh fungsi dari lapisan atmosfer, antara lain:

  1. Mendukug proses penyaluran spora tumbuhan
  2. Menjadi penghubung frekuensi suara
  3. Menjadi generator listrik merupakan generator listrik daya angin yang terisi dalam atmosfer
  4. Menjadi penyusun keluar masuk satelit bumi, baik satelit alami bumi yang berbentuk bulan dan satelit buatan
  5. Menjadi dinding bagi bumi dari hantaman yang ditimbulkan oleh objek-objek angkasa
  6. Menjadi benih oksigen dan karbon dioksida
  7. Sebagai dinding bagi bumi untuk menyusutkan dampak ancaman pancaran sinar ultra violet yang diradiasikan oleh matahari. Sementara pada saat malam harinya berperan sebagai penata temperatur di bumi supaya selalu konsisten

Urutan Lapisan Atmosfer

Terdapat lima urutan lapisan atmosfer, antara lain:


  • Lapisan Troposfer

Troposfer merupakan lapisan atmosfer sangat buncit dengan ketinggian hingga 8 km di kawasan kutub dan 18 km di kawasan khatulistiwa. Di lapisan tersebut setiap maju 100 meter suhunya turun sampai 0,5 °C. Oleh sebab itu, kondisi suhu pada fase lapisan ini sampai -57 °C hingga -62 °C. Fase yang mengidentifikasi habisnya penyusutan temperatus ialah tropopause.


  • Lapisan Stratosfer

Stratosfer berlokasi di atas troposfer hingga ketinggian 50 km. Stratosfer lebih kuat di kawasan kutub dan sewaktu-waktu tidak diperoleh di khatulistiwa. Di lapisan tersebut berlangsung pemfokusan ozon paling besar, yakni di antara fase terluar lapisan. Lapisan ozon berfungsi sebagai penjaga bidang bumi dari sorotan sinar ultraviolet dari Matahari yang melampaui. Suhu pada akhir lapisan tersebut naik hingga 55 °C. Fase yang mendapati selesainya lapisan tersebut ialah disebut dengan stratopause.


  • Lapisan Mesosfer

Mesosfer berlokasi di atas stratosfer pada ketinggian 50 sampai 75 km. Suhu di lapisan tersebut mulai  naik, tetapi lalu turun hingga -72 °C di ketinggian 75 km. Penyusutan temperatur di mesosfer tersebut ialah setiap naik 100 m suhu dan turun hingga 0,4 °C. Di lapisan tersebut separuh meteorit terbakar. Fase yang mendapati habisnya lapisan tersebut disebut dengan mesopause.


  • Lapisan Termosfer

Lapisan tersebut berlokasi pada ketinggian 85 sampai 500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini disebut dengan lapisan panas. Karena pada lapisan tersebut berlangsung peralihan kenaikan suhu yang sangat tinggi.

Suhu lapisan tersebut mencapai 90 sampai 5000°C. Tinggi suhu tersebut diakibatkan partikel oksigen menerima pancaran daya matahari. Pancaran tersebut menimbulkan sebuah proses kimia yang menciptakan lapisan berisi listrik.


  • Lapisan Eksosfer

Lapisan Eksosfer merupakan lapisan atmosfer yang berlokasi paling luar. Lapisan eksosfer berada pada ketinggian 500 km. Pada lapisan tersebut, pertikel-partikel udara bergulir dengan kilat dan akibat gaya  grafitasi bumi sudah jauh menurun. Sehingga tabrakan-tabrakan benda diudara sudah renggang terjadi.


  • Lapisan Ionosfer

Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung Bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh grafitasi bumi, dilapisan ionosfir ini batu meteor terbakar dan terurai, jika sangat besar dan tidak habis dilapisan udara ionosfir ini maka akan jatuh sampai kepermukaan Bumi yang disebut Meteorit.

Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini. Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfir

Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfir) – Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juga disebut lapisan ionosfer.

Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :

  1. Lapisan Udara Terletak antara 80-150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara KENNELY dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suu udara di sini berkisar -70° C sampai +50° C .
  2. Lapisan udara F Terletak antara 150-400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara  APPLETON.
  3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200° C .

  • Lapisan Ozonosfer

Lapisan ozon terdapat pada ketinggian sekitar 15 sampai 35 km. Ozon terdapat pada seluruh atmosfer bagian bawah, namun kebanyakan gas tersebut terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yakni pada ketinggian sekitar 15 sampai 35 km. Ozon sendiri tidak stabil, karena telah terurai di bawah terhadap pengaruh radiasi ataupun bertumbukan dengan atom oksigen (O).

Secara alamiah pada ketinggian 15-35 km terjadi pembentukan dan penguaraian ozon dari oksigen diatomik dan monotomik dengan bantuan (penyerapan) radiasi ultraviolet.

Lapisan ozon adalah penyerap utama radiasi sinar ultraviolet. Sehingga, ketika sinar ultraviolet sampai di permukaan bumi tidak berbahaya bagi makhluk hidup. Apabila radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi maka dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan bagi manusia, serta dapat menimbulkan gangguan generatif dan produktivitas tumbuhan dan hewan.

Lapisan ozon mendapati kerusakan karena gas CFC (Chloro Fluoro Carbon), yaitu gas untuk bahan pendingin AC, kulkas, dan hairspray. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan terbentuknya daerah minim (tanpa) O3 sehingga lapisan ini seolah-olah berlubang dan dinamakan lubang ozon.


Demikian Pembahasan Urutan Lapisan Atmosfer: Pengertian Beserta Fungsinya dari Pendidikanmu

Please rate this