Pengertian Karya Ilmiah, Bentuk, Struktur, Jenis, Ciri dan Syarat

5/5 (2)

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Karya Ilmiah? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, bentuk, struktur, jenis, ciri dan syarat.

Pengertian Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah tulisan yang mengandung fenomena atau peristiwa yang ditulis menurut kenyataan.

Menurut kamus bahasa Indonesia (KBBI) karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip ilmiah, menurut data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).

Tulisan karya ilmiah dapat menyangkut banyak tema, seperti mengenai ilmu pengetahuan, alam sekitar, teknologi dan seni yang didapat melewati studi kepustakaan, penelitian atau pengalaman di lapangan dan pengetahuan orang lain sebelumnya.


Bentuk Karya Ilmiah

Dibawah ini terdapat tiga bentuk karya ilmiah, antara lain:


  • Bentuk Populer

Karya ilmiah bentuk ini dapat pernyataan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer biasanya ditemui dalam media massa, contohnya koran ataupun majalah.

Kata populer digunakan untuk menyebutkan topik yang akrab, menyenangkan bagi masrakyat atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dimengerti. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, tetapi tidak berbentuk senda gurau dan tidak pula bersifat rekaan.


  • Bentuk Semiformal

Dibawah ini terdapat beberapa bagian dari bentuk semiformal pada karya ilmiah, antara lain:

  1. Halaman judul
  2. Kata pengantar
  3. Daftar isi
  4. Pendahuluan
  5. Pembahasan
  6. Simpulan
  7. Daftar pustaka
  8. Bentuk Formal

Dibawah ini terdapat beberapa bagian dari bentuk formal pada karya ilmiah, antara lain:

  1. Judul
  2. Tim Pembimbing
  3. Kata Pengantar
  4. Abstrak
  5. Daftar Isi
  6. Bab Pendahuluan
  7. Bab Telah Kerangka Teoritis
  8. Bab Metode Penelitian
  9. Bab Pembahasan Hasil Penelitian
  10. Bab Simpulan dan Rekomendasi
  11. Daftar pustaka
  12. Lampiran
  13. Riwayat Hidup

Struktur Karya Ilmiah

Dibawah ini terdapat beberapa struktur karya ilmiah, antara lain:


  1. Judul

Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai makna korelasional, kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan konsisten dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian.


  1. Pendahuluan

Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan sistematika penulisan.


  1. Latar Belakang Masalah

Uraian pada latar belakang masalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyarakatan, maupun dalam kaitan dengan kehidupan pada umumnya.


  • Perumusan Masalah

Masalah merupakan segala sesuatu yang dianggap perlu pemecahan oleh penulis, yang pada umumnya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan mengapa atau bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahsan di dalam karya ilmiah tersebut.


  • Tujuan

Tujuan merupakan pernyataan mengenai fokus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah tersebut; berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Dengan demikian, tujuan harus sesuai dengan masalah pada karya imiah itu.


  • Manfaat

Perlu diyakinkan pula kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah. Misalnya untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu.


  • Kerangkan Teoritis

Kerangka teoritis disebut dengan kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam bagian ini merupakan kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipoteisi.

Di samping itu, dalam kerangka teoritis perlu dilakukan pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah ada sebelumnya. Di samping akan menghindari adanya duplikasi yang sia-sia, langkah ini juga memberikan perspektif yang lebih jelas mengenai hakikat dan kegunaan penelitian itu dalam perkembangan ilmu secara keseluruhan.


  1. Metodologi Penelitian

Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahap-tahap penelitian, mulai persiapan, penentuan sumber data, pengolahan, sampai dengan pelaporannya.

Setiap penelitian mempunya metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metode-metode penelitian yang dimaksud, antara lain:

  1. Metode deskriptif, ialah metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakuan apa pun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.
  2. Metode eksperimen, ialah metode penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapatkan perlakuan.
  3. Metode penelitian kelas, ialah metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar dan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar tertentu.

  1. Pembahasan

Bagian ini mengandung paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan masalah atau tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut pandang; diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya.

Sekiranya diperlukan, pembahasan dapat dilengkapi dengan berbagai sarana pembantu seperti tabel dan grafik. Sarana-sarana pembantu tersebut diperlukan untuk menjelaskan pernyataan ataupun data. Tabel dan grafik merupakan cara efektif dalam menyajikan data dan informasi. Sajian data dan informasi lebih mudah dibaca dan disimpulkan. Penyajian informasi dengan tabel dan grafik memang lebih sistematis dan lebih enak dibaca, mudah dipahami, serta lebih menarik daripada penyajian secara verbal.

Penulis perlu menggunakan argumen-argumen yang telah dikemukakan dalam kerangka teoritis. Pembahasan data dapat diibaratkan dengan sebuah pisau daging. Apabila pisau itu tajam, baik pulalah keratan-keratan daging yang dihasilkannya. Namun, apabila tumpul, keratan daging itu akan acak-acakan, penuh cacat. Demikian pula halnya dengan pembahasan data. Apabila argumen-argumen yang dikemukakan penulis lemah dan data yang digunakannya tidak lengkap, pemecahan masalahnya pun akan jauh dari yang diharapkan.


  1. Simpulan dan Saran

Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan), kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan penelitian. Simpulan merupakan kajian terpadu dengan meletakkan berbagai unsur penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, perlu diuraikan kembali secara ringkas pernyataan-pernyataan pokok dari unsur-unsur di atas dengan meletakkannya dalam kerangka pikira yang mengarah kepada simpulan.

Berdasarkan pengertian di atas, seorang peneliti harus pula melihat berbagai implikasi yang dirimbulkan oleh simpulan penelitian. Implikasi tersebut umpamanya berupa pengembangan ilmu pengetahuan, kegunaan yang bersifat praktis dalam penyusunan kebijakan. Hal-hal tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian yang disebut rekomendasi atau saran-saran.


  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya ilmiah yang diambil dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum di dalam karya ilmiah harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Sebaliknya, sumber-sumber yang pernah dibaca oleh penulis tetapi tidak digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu, tidak boleh dicantumkan di dalam daftar pustaka.

Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis, tanpa menggunakan nomor urut. Sumber tulisan atau tercetak yang memerlukan banyak tempat lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi, sedangkan jarak antara sumber yang satu dengan yang lainnya adalah dua spasi.

Susunan penulisan daftar pustaka: nama pengarang yang disusun dibalik, tahun terbit, judul pustaka, kita terbit dan nama penerbit.


Jenis-Jenis Karya Ilmiah

Dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis karya ilmiah, antara lain:


  • Makalah

Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. disusun melalui proses berpikir deduktif atau induktif.


  • Skripsi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain yang didukung oleh data dan fakta empiris objektif (dari studi lapangan atau studi kepustakaan).


  • Tesis

Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan.


  • Disertasi

Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuk1kan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis yang terinci.


Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Dibawah ini terdapat beberapa ciri-ciri karya ilmiah, antara lain:

  1. Reproduktif
  2. Tidak samar
  3. Tidak emotif
  4. Menggunakan Bahasa baku
  5. Menggunakan kaidah keilmuan
  6. Bersifat dekoratif
  7. Terdapat kohesi
  8. Bersifat objektif
  9. Menggunakan kalimat efektif

Syarat-Syarat Karya Ilmiah

Dibawah ini terdapat beberapa syarat-syarat karya ilmiah, antara lain:


  1. Bagian awal

Pada bagian ini secara umum memuat halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, arti mengenai lambang maupun singkatan, dan intisari dari karya ilmiah tersebut.


  1. Bagian inti

Pada bagian ini memuat bab-bab, pendahuluan, kajian teori, pembahasan, kesimpulan dan saran hasil dari penelitian. Dalam bagian bab tersebut terdapat beberapa sub bab penelitian mengenai tema yang di bahas, misalnya seperti latar belakang permasalahan, pokok permasalahan, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, waktu dan tempat penelitian, sistematika penulisan dan sebagainya. Hal ini tergantung tema apa yang di teliti.


  1. Bagian akhir

Dan pada bagian ini biasanya terdiri dari daftar pustaka tentang teori atau materi yang digunakan dari mana saja di dapatnya dan lampiran dokumen (jika di butuhkan).


Demikian Pembahasan Tentang Pengertian Karya Ilmiah, Bentuk, Struktur, Jenis, Ciri dan Syarat dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Baca Artikel Lainnya:

Please rate this