Materi Pidato

Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Pidato? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian menurut para ahli, fungsi, tujuan, jenis, metode, struktur, langkah dan contoh.

Jenis-Jenis-Pidato

Pengertian Pidato

Pidato adalah kegiatan berbicara yang kita lakukan di depan umum. Namun, tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut. Hal itu karena, ketidaksiapan ataupun tidak adanya pengalaman berbicara di hadapan orang banyak meskipun pada dasarnya setiap orang dapat berbicara.


Pengertian Pidato Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini terdapat beberapa pengertian pidato menurut para ahli, antara lain:


  1. Menurut Wirajaya, 2008:123

“Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Pidato juga berarti kegiatan seseorang yang dilakukan di hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai alatnya”.


  1. Menurut Emha Abdurrahman

Pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu hal(masalah) dengan mengutarakan keterangan sejelas-jelasnya di hadapan massa atau orang yang banyak pada suatu waktu tertentu.


  1. Menurut Isdaryanto

Pidato merupakan kegiatan seseorang di depan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasanya sebagai alat.


Fungsi Pidato

Fungsi pidato dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Mempengaruhi orang lain. Seseorang yang berpidato passti menyampaikan sesuatu topik, dalam topik tersebut akan ada ajakan dan pembelajaran. Maka sifat atau fungsi pidato di sini adalah mempersuasi pendengar. Untuk dapat mempengaruhi orang lain tentu si pembicara harus mempunyai wawasan yang luas dan perkataannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menyampaikan informasi kepada pendengarnya.
  • Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur. Dalam penyampaian pidato, pendengar akan lebih tertarik mendengarkan pidato yang menghibur dari pada pidato yang monoton. Untuk itu maka diperlukanlah kemampuan beretorika seseorang, agar pendengar senang dengan apa yang kita sampaikan, sehingga informasi yang kita sampaikan dapat dimengerti oleh pendengar.

Jenis-Jenis Pidato

Jenis pidato dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:


  1. Pidato sambutan

Pidato sambutan adalah pidato yang dibawakan pada suatu acara, pidato ini biasanya disampaikan oleh orang-orang penting atau orang-orang yang disegani. Pidato sambutan bisa dilakukan oleh beberapa orang dalam waktu terbatas.


  1. Pidato pembukaan

Pidato pembukaan adalah pidato singkat yang biasanya dibawakan oleh pembawa acara, pidato ini hanya berisi sedikit kata-kata dari pembawa acara.


  1. Pidato pengarahan

Pidato pengarahan adalah pidato yang disampaikan oleh seseorang sebagai bentuk pengarahan dari suatu acara.


  1. Pidato peresmian

Pidato peresmian berfungsi sebagai pemberi informasi atas peresmian sesuatu. Orang yang menyampaikan pidato ini adalah orang-orang yang berpengaruh.


Tujuan Pidato

Berikut dibawah ini terdapat beberapa tujuan pidato, antara lain:


  • Memberi informasi

Secara umum tujuan dari pidato adalah untuk menyampaikan informasi kepada khalayak mengenai suatu hal. Informasi dalam pidato ini biasanya bersifat fakta dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.


  • Mempengaruhi (mempersuasi)

Kalimat-kalimat dalam pidato bersifat persuasi, pembicara menginginkan agar pendengar melakukan apa yang dikatakan oleh pembicara. Oleh karena itu kemampuan berbicara sangatlah dituntut di sini. Agar apa yang disampaikan dapat diterima dan dicerna oleh pendengar serta dapat ditindak lanjuti sesuai dengan yang diharapkan oleh pembicara.


  • Menghibur (rekreatif)

Pidato dapat menghibur, jika dalam penyampaiannya pembicara bisa mempengaruhi pendengar. Alangkah lebih baik dalam penyampaian pidato pembicara menyelipkan humor- humor ringan. Misalnya berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari.

Tujuan khusus pidato, ialah:

Sifat khusus berhubungan dengan kepahaman pendengar terhadap apa yang diucapkan oleh pembicara. Sebagai contoh pembicara mengambil topik tentang hikmah berpuasa, tujuan umumnya adalah memberikan informasi. Dan tujuan khususnya adalah agar pendengar dapat mengetahui dan memahami bahwa puasa mendatangkan manfaat kesehatan, membantu memperbaiki metabolisme pencernaan.


Metode Pidato

Berikut dibawah ini terdapat beberapa metode pidato, antara lain:


  1. Pidato serta merta (impromtu)

Pidato ipromtu disampaikan secara mendadak, tanpa adanya persiapan sebelum menyampaikan pidato. Baik persiapan teks pidato maupun persiapan mental. Orang yang memiliki wawasan luas tidak akan mengalami kesulitan yang berarti ketika harus berpidato dengan teknik impromtu ini. Metode ini tentu memiliki kelemahan dan kelebihan.


a. Kelebihan

  • Perasaan dari pembicara dapat tersalurkan, tanpa harus terbatas kepada teks.
  • Otak kita akan terbiasa berpikir, dengan kebiasaan ini maka untuk kesempatan selanjutnya kita tidak lagi takut dan panik ketika harus memberikan sebuah pidato, walaupun tanpa persiapan sebelumnya.
  • Hal yang ingin kita sampaikan dapat dengan mudah diterima oleh pendengar karena perhatian kita terfokus kepada pendengar.

b. Kekurangan

  • Tidak semua orang dapat berbicara lancar di depan umum, karena berbicara di depan umum membutuhkan keahlian khusus.
  • Kesulitan dalam memilih kata-kata, hal ini bisa membuat apa yang hendak kita ucapkan jadi ambigu.

  1. Pidato naskah

Pidato naskah berarti ketika kita menyampaikan pidato, maka kita membaca naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Contoh pidato presiden pada hari kemerdekaan, pidato itu dibaca bukan disampaikan.


a. Kelebihan

  • Kemungkinan salah berbicara akan berkurang, karena kata-kata yang akan diucapkan sudah terangkum dalam teks yang akan dibaca.
  • Pernyataan yang akan disampaikan dapat dihemat, kita hanya menyampaikan apa yang tersurat dalam teks. Terkadang jika tidak disertai dengan teks maka kemungkinan kita untuk berbicara boros lebih besar.

b. Kekurangan

  • Orang yang berpidato lebih akan terpaku kepada teks yang dibacanya, dan terkesan mengabaikan pendengar.
  • Intonasi, jeda, dan pelafalan sering terabaikan

  1. Pidato menghapal

Sesuai dengan namanya, metode menghapal ini adalah teknik berpidato dengan cara mengahapal teks pidato terlebih dahulu. Orang yang berpidato membuat konsep pidato atau teks pidatonya kemudian menghapal teks tersebut.


a. Kelebihan

  • Kata-kata yang dipilih adalah katata-kata yang bagus, karena sudah dipersiapkan sebelumnya.

b. Kekurangan

  • Jika kita lupa pada suatu kalimat, maka kekacauan akan bisa terjadi. Karena satu kalimat dengan kalimat lainnya saling berhubungan. Maka ketika kita menghapal, jika ada kata-kata yang kita lupa maka kemungkinan kalimat pidato kita bisa berantakan.
  • Dalam menyampaikan pidato kita akan terlihat kaku, karena kesan menghapal itu akan terbaca dari wajah kita.

  1. Pidato ekstemporan

Pidato ekstemporan adalah pidato yang sudah disiapkan catatan-catatan penting dari apa yang akan disampaikan nanti ketika berbicara. Pembicara bebas untuk memilih kata-kata yang akan disampaikan. Catatan-catatan penting yang sudah disiapkan itu berfungsi untuk mengingatkan pembicara pada urutan ide pembicaraan yang akan disampaikan.


a. Kelebihan

  • Pembicara dan pendengar tetap bisa saling berkomunikasi.
  • Pesan yang disampaikan fleksibel.

b. kekurangan

  • adanya kemungkinan akan menyimpang dari garis-garis besar yang sudah dibuat.

Struktur Pidato

Membuat pidato tidaklah asal-asalan, harus memiliki struktur yang benar dan tepat. Struktur-struktur pidato yang umum dipakai adalah :

  1. Salam pembuka
  2. Muqaddimah (boleh ada boleh tidak)
  3. Penghormatan (dari jabatan tertinggi ke terendah)
  4. Puji syukur
  5. Shalawat salam (boleh ada boleh tidak)
  6. Menyampaikan topik pidato
  7. Isi
  8. Kesimpulan
  9. Penutup (permohonan maaf dan salam penutup)

Langkah-Langkah Menulis Pidato

Berikut dibawah ini terdapat beberapa langkah-langkah menulis pidato, antara lain:


  • Mengumpulkan Bahan

Setelah Anda meneliti persoalan dan merumuskan tujuan pidato serta menganlisis pendengar, maka Anda sudah siap untuk menggarap naskah pidato. Anda boleh mulai menulis naskah pidato dengan menggunakan hal apa yang telah Anda ketahui mengenai persoalan yang akan Anda bicarakan/sampaikan. Jika hal ini Anda anggap kurang cukup, maka Anda harus mencari bahan-bahan tambahan yang berupa fakta, ilustrasi, cerita atau pokok-pokok yang konkret untuk mengembangkan pidato ini.

Tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang/pihak yang mengetahui persoalan yang akan Anda bicarakan. Buku-buku, perturan-peraturan, majalah-majalah, dan surat kabar merupakan sumber informasi yang kaya yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam rangka menguraikan isi pidato Anda.


  • Membuat Kerangka Pidato

Kerangka dasar dapat Anda buat sebelum mencari bahan-bahan, yaitu dengan menentukan pokok-pokok yang akan dibicarakan, sedangkan kerangka yang terperinci baru dapat Anda buat setelah bahan-bahan selesai Anda kumpulkan. Dengan bahan-bahan itu Anda dapat menyusun pokok-pokok yang paling penting dalam tata urut yang baik, di bawah pokok-pokok utama tadi. Di dalam kerangka ini harus terlihat adanya kesatuan dan koherensi antarbagian Sebagai gambaran perhatikanlah contoh kerangka pidato di bawah ini.


Contoh Kerangka Pidato

Inti dari kerangka pidato adalah: (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup

  1. Pendahuluan: bagian pendahuluan memuat salam pembuka, ucapan terima kasih (bila ada yang diberi ucapan), dan kata pengantar untuk menuju kepada isi pidato;
  2. Isi: bagian ini memuat uraian pokok yang terdiri atas topik atau pokok utama dan sub-subtopik yang memperjelas atau menghubungkan dengan topik utama;
  3. Penutup: bagian penutup memuat kesimpulan, harapan (bila ada), dan salam penutup.

  • Menguraikan isi pidato

Dengan menggunakan kerangka yang telah Anda buat, ada dua hal yang Anda lakukan: (1) Anda dapat mempergunakan kerangka tersebut untuk berpidato, yaitu berpidato dengan menggunakan metode ekstemporan, dan (2) menulis atau meyusun naskah pidato secara lengkap yang Anda bacakan atau Anda hafalkan.

Bagian-bagian yang terdapat dalam dalam kerangka pidato di atas akan dijelaskan lebih lanjut pada uraian berikut ini.

Butir (1) dan butir(3), yaitu bagian pendahuluan dan bagian penutup tidak memuat inti pembicaraan atau isi pidato, sehingga tidak diuraikan secara terperinci di sini tetapi dapat dilihat langsung pada contoh naskah pidato setelah bahasan ini selesai dibicarakan. Jadi, yang akan diperjelas secara rinci adalah bagian isi pidato.


  • Struktur Isi Pidato

Struktur isi pidato adalah rangkaian isi pidato dari awal hingga akhir. Rangkaian ini disusun agar pidato berlangsung menarik dan tujuan pidato tercapai dengan baik. Ada beberapa cara merangkai isi pidato, antara lain: (1) mengikuti alur dasar pidato, dan (2) mengikuti pola organisasi pidato.

(1) Alur dasar pidato, yaitu rangkaian isi pidato yang mengikuti alur dasar pidato yang bergerak melalui tiga tahap: (a) tahap perhatian, yaitu tahap pertama yang dilakukan pembicara dengan baik; (b) tahap kebutuhan, yaitu tahap yang dilakukan pembicara dalam menjelaskan pentingnya masalah yang akan dibicarakan sehingga pendengar akan berusaha memahami masalah atau hal-hal penting yang disampaikan pembicara. (c) tahap penyajian, yaitu merupakan tahap pembicara menyajikan materi pidato yang telah dipersiapkan melalui naskah kerangka pidato.

Itulah tahap-tahap yang dilalui seorang pembicara dalam menyelesaikan pidatonya, tetapi penjelasan tahap-tahap di atas adalah tahap yang dilalui pada jenis pidato informasi. Sekarang mari kita lihat beberapa pola organisasi pidato yang dapat Anda pilih!

(2) Pola Organisasi Pidato, pola organisasi pidato dapat digolongkan ke dalam tiga tipe besar, yaitu (a) pola uraian; (b) pola sebab, dan (c) pola topik.


Persiapan Pidato 

Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :

  • Mengetahui wawasan pendengar pidato secara umum
  • Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan
  • Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.
  • Mengetahui jenis pidato dan tema acara.
  • Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato, dsb ( Wirajaya, 2008:124 ).

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Berpidato

Berpidato yang baik harus memperhatikan beberapa syarat, diantaranya :

  1. Berbusana yang sopan dengan melihat situasi, macam latar belakang pendengarnya, acara yang akan disuguhkan panitia.
  2. Pergunakan bahasa yang sopan dan komunikatif sesuai dengan tingkat bahasa pendengarnya. Pergunakan bahasa baku jika berpidato dalam forum resmi, misalnya : seminar, rapat, sidang dsb.
  3. Materi pidato harus sesuai dengan yang diinginkan pendengar. Jangan menggunakan materi yang justru bertentangan dengan kemauan, adat,norma, agama atau tatanan yang dianut oleh masyarakat pendengar.
  4. Penampilan harus dengan rasa percaya diri, tidak minder rendah diri,takut, bingung atau grogi. Jangan memvonis pendengar dengan memaksakan pendapat atau kehendak.

Contoh Pidato

Yang Terhormat Ibu Guru,

Beserta rekan-rekan kelas XII Mia 2

Ass.Wr.Wb

Sebelumnya, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena pada hari ini, kita senantiasa masih dalam lindungan-Nya. Sehingga dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Bapak Ahmad dan rekan-rekan kelas XII IPS 3 yang saya hormati.Disini saya berdiri di depan untuk menyampaikan pidato dengan tema “Pergaulan Bebas”. Pergaulan mungkin bukanlah hal negative, karena pergaulan dapat membuat kita mengenal dunia di sekitar kita. Tetapi bagaimana dengan pergaulan bebas,yang dimana antara pria dan wanita tidak ada batasan sama sekali.

Mereka bercampur sesuka hati mereka,membicarakan hal-hal yang seharusnya tidak lazim untuk di bicarakan. Nah, Tadi saya menyebutkan tidak adanya batasan. Tidak batasan itu artinya pria dan wanita bergaul dalam jarak yang tidak seharusnya yang bisa di katakana Intim.Karena tidak adanya batasan yang membatasi, ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Seperti terjangkit HIV, hamil di luar nikah, prilaku mulai menyimpang.

Dan kita pasti bertanya kenapa hal tersebut dapat terjadi?.Jawabannya adalah remaja seusia kita memiliki emosi yang labil dan suka sekali mencoba-coba,dan ha tersebutlah yang menyebabkannya terjadi. Oleh karena itu,saya mengajak rekan-rekan untuk menjauhi yang namanya pergaulan bebas yang bersifat negatif. Dan juga kita harus memiliki kendali atas diri kita.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga rekan-rekan kelas dapat mengetahui apa itu pergaulan bebas dan dampaknya. Jika ada salah-salah kata. Saya minta maaf dan kepada ALLAH SWT saya mohon ampun.

Wr.Wb.


Daftar Pustaka:

  1. Dwiatmana, Edy dkk.2006.Bahasa dan Sastra Indonesia.Semarang: Semarang Pemerintah Kota.
  2. Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawati.2008.Berbahasa dan Bersastra Indonesia.Surakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
  3. Arsjad, Maidar G, dan U.S, Mukti. 1998. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
  4. Jalaludin Rakhmat, 2001. Retorika Modern Pendekatan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Demikian Pembahasan Tentang Jenis-Jenis Pidato: Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Metode, Struktur, Langkah dan Contoh dari Pendidikanmu
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

Berita Artikel Lainnya: