Pengertian Alat Pengukur Kecepatan Angin, Sejarah, Jenis dan Cara Kerja

Pengertian Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer), Sejarah, Jenis dan Cara Kerja


Hallo, Selamat Datang di Pendidikanmu.com, sebuah web tentang seputar pendidikan secara lengkap dan akurat. Saat ini admin pendidikanmu mau berbincang-bincang berhubungan dengan materi Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)? Admin pendidikanmu akan berbincang-bincang secara detail materi ini, antara lain: pengertian, sejarah, jenis dan cara kerja.

Pengertian Alat Pengukur Kecepatan Angin, Sejarah, Jenis dan Cara Kerja

Pengertian Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)

Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer) merupakan sebuah alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca.


Sejarah Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)

Kata anemometer berasal dari kata Yunani “anemos” yang berarti angin dan “meter” yang berarti alat ukur atau alat ukur. Anemometer selain berfungsi sebagai wind speed gauge juga sanggup dipakai sebagai ukuran jumlah tekanan angin.


Anemometer telah mengalami beberapa perubahan sejak perkembangannya pada abad ke-15. Leon Battista Alberti (1404–1472) konon telah menemukan anemometer mekanik pertama sekitar tahun 1450.


Pada abad-abad berikutnya, ilmuwan lainnya termasuk Robert Hooke (1635–1703), mengembangkan versi mereka sendiri, beberapa diantaranya keliru dikreditkan sebagai penemu.


Pada tahun 1846, John Thomas Romney Robinson (1792–1882) memperbaiki desain dengan menggunakan empat cangkir hemisferis dan roda mekanis. Pada tahun 1926, ahli meteorologi Kanada John Patterson (3 Januari 1872 – 22 Februari 1956) mengembangkan anemometer tiga cangkir, yang diperbaiki oleh Brevoort dan Joiner pada tahun 1935. Pada tahun 1991, Derek Weston menambahkan kemampuan untuk mengukur arah angin. Pada tahun 1994, Andrews Pflitsch mengembangkan anemometer sonik.


Jenis-Jenis Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)

Dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis alat pengukur kecepatan angin (anemometer), antara lain:


  • Anemometer Sederhana

Anemometer sederhana merupakan alat pengukur kecepatan angin dеngаn menggunakan kain atau sejenisnya уаng berbentuk lingkaran memanjang atau silinder corong уаng dі ikat pada tiang berdiri, іnі digunakan ѕеbаgаі alat bantu mengetahui arah angin bagi para pecinta layang-layang dan lаіn sebagainya.


  • Anemometer Mangkok

Anemometer mangkok merupakan alat pengukur angin kecepatan angin уаng terdiri dаrі 3 atau 4 mangkok уаng dipasang pada ujung jari-jari berporos. Sеtіар mangkok pada anemometer menghadap pada arah melingkar уаng sama, sehingga saat tertiup angin mеrеkа аkаn berputar pada arah уаng tetap.  Salah satu mangkok dаrі anemometer diberi tanda atau ciri tertentu untuk memudahkan hitungan putarannya.


  • Anemometer Termal

Anemometer termal merupakan alat pengukur kecepatan angin уаng dilengkapi dеngаn sensor khusus. Sensor іnі bekerja dеngаn menghitung jumlah kalor уаng berpindah pada daerah sekitar sensor. Panas уаng berpindah dianggap atau diinterpretasikan ѕеbаgаі kecepatan angin. Secara sederhana, prinsip kerja anemometer termal mengikuti prinsip kerja tabung pilot.


Cara Alat Pengukur Kecepatan Angin (Anemometer)

Saat ini, jenis anemometer yang paling banyak dipakai yaitu jenis anemon mangkuk. Selain murah, mangkuk anemometer cenderung lebih gampang dipakai dan lebih tahan lama. Sebagai alat pengukur kecepatan angin, anemometer sesungguhnya bekerja dengan prinsip sederhana. Kecepatan angin dihitung dengan mengukur jumlah putaran cakram dalam satuan waktu tertentu. Untuk memahami prinsip kerja anemometer, di sini kita telah menciptakan pola perhitungan sederhana yang sanggup Anda pahami.


Panjang atau keliling mangkuk pada anemometer contohnya yaitu 3 meter. Pada dikala tertentu, embusan angin membuatnya berputar 20 kali dalam 10 detik. Dari data ini, kita sanggup mengetahui bahwa kecepatan angin pada dikala itu sekitar 6 meter per detik. Prosesnya yaitu sebagai berikut

Diketahui:

Panjang jalur anemometer = 3 meter

Jumlah putaran = 20 kali

Waktu = 10 detik

Pertanyaan:

Kecepatan angin = …?

Jawab:

Kecepatan angin = (Panjang jalur x jumlah putaran)/waktu

= (3 meter x 20 kali) : 10 detik

= 60 meter : 10 detik = 6 meter/detik

Perlu diingat bahwa pada ketinggian yang berbeda, kecepatan angin suatu tempat juga akan berbeda. Karena itu, dikala mengunjungi stasiun klimatologi, kita akan menemukan lebih dari satu anemometer yang dipasang di atas tiang dengan ketinggian yang berbeda, yaitu ketinggian 0,5 meter, 2 meter, dan 10 meter. Pemasangan tiang ini perlu memperhatikan kawasan sekitarnya sehingga tidak ada penghalang angin menyerupai pohon atau bangunan.


Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca :)

 

[spoiler title=’Berita Artikel Lainnya:’ style=’default’ collapse_link=’false’]

[/spoiler]